Kancah Pemikiran Konstruktif

Saturday, January 8, 2022

Guna Melestarikan Budaya, UKM Pencak Silat UIN SAIZU Gelar Webinar Nasional

Foto sumber : dok. OBSESI

Purwokerto - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan webinar nasional pada Sabtu (8/1) dengan tema “Bersinergi melestarikan budaya pencak silat dalam generasi milenial” di Geduang Audit UIN Saizu.

Sebagai media untuk mengenal pencak silat lebih dalam webinar tersebut dihadiri kurang lebih 50 peserta dari berbagai kalangan dan tiga pemateri yaitu Rony Saifullah pelatih pencak silat nasional, Wewey Wita dan Denny Aprisanu sepasang suami istri sekaligus atlet silat nasional. Dalam materinya Wewey menyampaikan bahwa kita harus mempunyai mimpi dan tujuan.

“Tetap percaya dan yakin dengan mimpi-mimpi kita terus semangat berlatih dan semangat dari sebuah kegagalan.” Ungkap Wewey

Webinar ini telah dilaksanakan untuk kedua kalinya dan merupakan program tahunan dari program kerja divisi komunikasi dan informasi UKM Pencak Silat. Menurut Ifdal Fahmi Syahwidi selaku ketua UKM Pencak Silat setelah diselenggarakannya webinar nasional ini diharapkan peserta dapat menyerap ilmu dari mereka yang sudah berpengalaman dan menerapkannya.

“Jadi dengan adanya webinar ini diharapkan anak-anak UKM Pencak Silat maupun peserta yang mengikuti itu bisa menanyakan apa yang belum dipahami kemudian untuk dipraktekan dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.” Ucap Ifdal

Persiapan yang dilakukan oleh panitia kurang lebih selama dua bulan dengan beberapa kendala yang dialami yaitu kurangnya konstribusi dari panitia dalam mempersiapkan acara seperti banyak yang tidak hadir dalam rapat rutinan.

"Semoga acara berjalan dengan lancar, semua panitia dan peserta bisa mengambil inti dari acara tersebuat" tutup Rizal selaku ketua acara.


Share:

Sunday, December 26, 2021

Kilas Balik 1 Tahun DEMA UIN SAIZU 2021


 Ilustrasi  : LPM OBSESI

Berjalannya organisasi tidak lepas dari adanya rencana kerja. Rencana kerja merupakan daftar kegiatan yang akan dilakukan oleh suatu kepengurusan organisasi dalam satu periode tertentu. Biasanya rencana kerja dibuat agar dapat mencerminkan langkah-langkah untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang dapat dibuktikan dengan hasil yang diukur dengan tindakan nyata. Menuju akhir kepengurusan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Prof. K. H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto 2021, maka perlu dilakukan kilas balik program kerja yang dilakukan oleh DEMA UIN SAIZU sebagai evaluasi untuk menilai seberapa jauh program kerja yang telah terlaksana.

DEMA UIN SAIZU dengan kabinet Kolaborasi Bergerak (KOBER) dalam satu periode kerjanya tahun ini mengusung berbagai program kerja yang di dalamnya mengedepankan kolaborasi untuk menciptakan sebuah harmoni dan juga kesan yang mendalam bagi para mahasiswa.

Program kerja yang nyata terlihat dan dilaksanakan oleh DEMA UIN SAIZU adalah program vaksinasi di lingkungan kampus dengan sasaran utamanya yaitu mahasiswa UIN SAIZU. Program ini dilaksanakan dalam rentang waktu bulan September hingga Oktober sebagai bentuk penyambutan akan dimulainya kembali pertemuan tatap muka (PTM) di kampus. Tidak hanya mahasiswa UIN SAIZU, program vaksinasi ini pun juga terbuka untuk umum.

Apakah hanya program vaksinasi saja?

Cukup banyak program kerja DEMA UIN SAIZU yang sudah terealisasi, diantaranya: Webinar, pelatihan-pelatihan soft skill, serta berbagai perlombaan-perlombaan. Meskipun dalam pelaksanaannya tidak luput dari kendala-kendala baik besar ataupun kecil. Kurangnya komunikasi antar anggota masih menjadi alasan utama kurang maksimalnya pelaksanaan kegiatan tersebut. Tentu hal ini menjadi catatan penting bagi seluruh Lembaga Kemahasiswaan (LK) yang ada di kampus. Mohammad Fahmi Sahal selaku ketua DEMA UIN SAIZU mengatakan bahwa seluruh kegiatan dalam perode kerja kabinetnya akan diakhiri sekitar akhir bulan November hingga Desember.

Sahal juga menjelaskan bahwa acara seperti Dies Natalis UIN SAIZU yang di dalamnya terdiri dari rangkaian Dies Natalis Fakultas dilaksanakan sekitar akhir bulan November sampai awal Desember, dimana itu sudah masuk dalam akhir dari kalender periode jabatan. Hal tersebut dilakukan dengan alasan agar memberikan kesan yang menarik dan membekas untuk para mahasiswa.

“Kami juga akan melakukan rebranding UKM/UKK yang ada di kampus.” ungkap Sahal terkait program unggulan DEMA UIN SAIZU sebagai bentuk sikap menyambut PTM. Dari keterangan diberikan, program dilakukan karena pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)/Unit Kegiatan Khusus (UKK) yang dilakukan pada saat Pengenalan Budaya Akademik dan Kebudayaan (PBAK) dirasa terlalu singkat. Sehingga rebranding UKM/UKK saat sudah dimulainya pertemuan tatap muka perlu dilakukan, selain itu hal tersebut juga merupakan salah satu program untuk mensiasati agar tetap ada kegiatan ketika sudah dimulai PTM.

Selain program-program yang dimiliki DEMA UIN SAIZU periode 2021, hal lain yang cukup menarik perhatian dan menjadi pertanyaan untuk sebagian mahasiswa UIN SAIZU adalah terkait tak terlihatnya DEMA UIN SAIZU dibandingkan dengan DEMA/BEM dari kampus lain dalam berbagai agenda ekternal. 

“Iya memang itu menjadi kekurangan kita juga, kurang berani dalam mengambil sebuah tindakan aksi, namun dengan begitu bukan berarti kita tidak bergerak, kita lebih aktif dalam forum diskusi daripada forum aksi,” jelas Sahal mengklarifikasi hal tersebut. Lebih lanjut, ia mengucapakan terimakasih kepada para mahasiswa atas kritik dan masukan yang telah diberikan untuk kemajuan DEMA UIN SAIZU.

Pendapat Partai Politik Mahasiswa (PARPOLMA) tetang kinerja satu tahun DEMA UIN SAIZU periode 2021 :

1.     PD2B

Ketua Partai Daulah Demokrasi Bergerak (PD2B), Wildan Dzanur Athyar dari 7 PBA B, berpendapat bahwa kinerja DEMA UIN SAIZU periode ini sudah cukup baik melihat dalam kondisi covid-19 DEMA melaksanakan kegiatan vaksinasi dikampus untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 pada para mahasiswa , berbeda dengan kampus yang hanya mengadakan vaksinasi terhadap para staff dan dosen. Maka dari itu DEMA UIN SAIZU sudah memberikan terobosan untuk mendukung keberlangsungan kuliah tatap muka. Adapun saran yang diberikan yaitu perlu diperhatikannya kontribusi dari para mahasiswa terhadap acara yang telah dibuat oleh DEMA UIN SAIZU.

2.     PAKEM

Sabila Arfiana dari 7 KPI A, selaku Demisioner ketua Partai Kebangkitan Mahasiswa (PAKEM) menilai kinerja DEMA UIN SAIZU sudah baik karena mereka masih konsisten dengan hasil rapat dan kinerja. DEMA UIN SAIZU periode ini juga semakin banyak membangun relasi dengan dinas yang ada di kabupaten Banyumas, POLRI, KODIM, dll, sehingga membuat nama UIN SAIZU lebih dikenal dimata masyarakat. Hanya saja kurangnya publikasi media disetiap kegiatan umum yang dilakukan menyebabkan informasi tidak tersebar secara luas.

3.     PAM

Beberapa kritik dan saran untuk DEMA UIN SAIZU periode 2021 dari Demisioner ketua Partai Aliansi Mahasiswa (PAM), M. Alfi Alkautsar dari 9 PBA B. untuk kritik yang diberikan yaitu, dalam bermedia social DEMA UIN SAIZU masih sangat kurang, tidak seperti DEMA/BEM lain yang begitu update dengan isu-isu nasional yang bahkan hangat dibicarakan oleh masyarakat terutama kalangan mahasiswa. Sedangkan untuk saran, DEMA UIN SAIZU diharapkan dapat lebih sering berkoordinasi dengan ORMAWA agar nantinya bias lebih sering menerima aspirasi yang dapat ditindak secara langsung, dan diharapkan lebih sering diadakannya diskusi terkait isu-isu yang sedang menjadi trending topik. Namun utamanya yaitu menjaga koordinasi agar tidak terjadi miskomunikasi.

4.     JALUR

Laeli Ismiyati dari 7 PS, sebagai Demisioner ketua Partai Jalan Lurus (JALUR) ia memberikan saran agar DEMA UIN SAIZU sebagai lembaga kemahasiswaan mampun menjalankan perannya dengan baik diranah kampus maupun ekternal kampus dan menjaga profesionalitas serta integritas tanpa menjadi jinak oleh intervensi pihak manapun. Partai JALUR memberikan apresiasi terhadap program vaksinasi yang dilakukan oleh DEMA UIN SAIZU sehingga dapat diberlakukannya PTM. Namun ia mengkritiki terkait kinerja DEMA UIN SAIZU di ranah eksternal kampus dimana posisi ketua DEMA selalu ditanyakan karena tidak turut bergabung dengan para anggotanya. Dalam agenda pergerakan mahasiswa yang ada di Banyumas Raya sebagai bentuk menyikapi isu regional maupun nasional. baik dalam proses konsolidasi ataupun dalam aksi, DEMA UIN SAIZU tidak pernah nampak terlibat. 

Laeli Ismiyati juga menjelaskan bahwa pernah tersebar foto Presma/Ketua DEMA UIN SAIZU dengan POLRESTA yang menimbulkan asumsi dan pertanyaan di kalangan mahasiswa terkait kemana keberpihakan DEMA UIN SAIZU. Hal tersebut memunculkan berbagai pertanyaan mengenai independensi, integritas dan profesionalitas DEMA. Menurut Laeli, sebagai organisasi mahasiswa seharusnya bisa kritis terhadap kebijakan pemerintah bukan malah diam bisu seperti tidak ada keberanian.

5.     BOM

Menaggapi kinerja DEMA UIN SAIZU periode 2021 Yusti Intan dari 7 ES B selaku Ketua Partai Bintang Orbit Mahasiswa (BOM) berpendapat bahwa kinerja DEMA UIN SAIZU dapat dikatakan cukup baik, tetapi masih ada beberapa hal yang mungkin dirasa kurang etis saja dalam melaksanakan tanggung jawabnya di kepengurusan DEMA saat ini. Di dalam kampus terdapat beragam organisasi baik intra maupun extra, dan masing-masing organisasi yang ada memiliki latar belakang yang berbeda pula, seharusnya sebagai Dewa Eksekutif Mahasiswa sekelas Universitas dapat mencari cara bijak jika ingin mengenalkan seluruh organisasi kepada seluruh mahasiswa sesuai dengan nama kabinetnya “Kolaborasi Bergerak”. Seharusnya bisa dilakukan secara rata dan menyeluruh bukan hanya satu golongan saja. 

DEMA tingkat Universitas yang membawa nama kampus dengan kabinet “Kolaborasi Bergerak” tetapi dalam kenyataannya dilihat dari setiap departemen yang ada dalam DEMA UIN SAIZU masih dirasa belum maksimal merangkul seluruh elemen organisasi dan juga mahasiswa. Yusti juga menambahkan, untuk publikasi setiap kegiatan pun masih kurang, contoh dalam setiap acara yang sudah dilakukan jarang menggunakan press release. Saran yang diberikan untuk DEMA UIN SAIZU yaitu lebih memkasimalkan untuk bisa merangkul seluruh elemen organisasi yang ada dikampus dan untuk program kerja yang sudah terlaksana atau sedang berjalan bisa lebih di publish lagi.

Reporter : Rian dan Hanifah
Ilsutrator : Muhammad Iqbal
Editor : Arifa Isnaeni
Share:

Thursday, December 2, 2021

UIN SAIFUDDIN ZUHRI GELAR WISUDA PERTAMANYA


Purwokerto - Universitas Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto(UIN SAIZU) menggelar acara wisuda pertama kalinya di Auditorium UIN SAIZU Purwokerto pada Rabu (01/12). Acara ini dihadiri sebanyak 303 wisudawan dan menjadi acara wisuda dengan predikat “Pujian” terbanyak yaitu sebanyak 206 orang dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,59 di UIN SAIZU Purwokerto.

Rektor UIN SAIZU Purwokerto Dr. KH. Mohammad Roqib, M.Ag yang memimpin jalannya acara mengatakan “Tidak ada proses dalam keragu-raguan”.

Wisuda sarjana strata satu ke-49 dan magister ke-16 ini menjadi acara wisuda yang pertama bagi UIN SAIZU Purwokerto setelah sebelumnya berganti nama dari IAIN Purwokerto. Acara ini disabut baik oleh banyak pihak terutama dari Mahasiswa yang lulus setelah kampus bertransisi dari Institut menjadi Universitas.

Peraih IPK tertinggi pada wisuda kali ini jatuh kepada Deva Mega Istighfarriana, S.Pd program studi strata satu jurusan Pindidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dengan IPK 3,91. Dan untuk IPK tertinggi dari program studi Magister adalah Mujayaroh, M.Pd jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan IPK 3,93. Abdul Wachid B.S, S.S., M.Hum selaku pembuka sidang senat pada acara wisuda mengatakan bahwa rata-rata mayoritas wisudawan sudah mencapai IPK yang ditargetkan oleh Universitas yaitu 3,3 walau ada satu wisudawan yang mendapat IPK 3,00.

Deva Maga Istifarrina selaku peraih IPK tertinggi tingkat Universitas juga mendapat beasiswa untuk melanjutkan S2 di UIN SAIZU Purwokerto. Dirinya tidak menyangka akan mendapatkan beasiswa S2 tersebut dan memutuskan untuk mengambilnya dan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

“Alhamdulillah besyukur dan ngga nyangka akan mendapat predikat tertingi. Kebetulan dapat beasiswa S2 program studi lanjutan jadi akan melanjutkan S2 dengan jurusan PIAUD juga” katanya.

Di samping itu Deva Maga Istifarrina menambahkan bahwa selama menempuh pendidikan strata satu banyak sekali hambatan terutama saat pandemi covid berlangsung. Namun itu semua bukan menjadi penghalang untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Intinya kita tuh rajin dan telaten belajar. Semalas-malasnya kita, kita harus ingat tujuan pertma kita kuliah itu apa. Kita bahagiakan diri sendiri juga bahagiakan orang tua. Dalam kondisi apapun kita harus bersyukur, berdoa dan berusaha” tambah Deva saat wawancara berlangusng.

Mengingat masa pandemi covid belum usai, panitia penyelenggara wisuda tetap mematuhi protokol kesehatan. Maka dari itu acara wisuda diadakan dua sesi yaitu pada tangga 1 Desember 2021 dan 2 Desember 2021.

Selama acara wisuda berlangsung listrik padam sekejap dan sempat memutus sambungan hadirin yang menyaksidak acara wisuda secara daring. Tetapi semua dapat diatasi dengan cepat tanpa mengurangi antusiasme dari hadirin dan para wisudawan pada acara tersebut.

Wartawan: Cita Najma Zenitha

  Faridatul labibah

 

 

 

 

Share:

Saturday, November 20, 2021

Sistem Informasi Bahasa (SIB): Error System or Human Error ?

Ilustrasi LPM OBSESI 

Pasca insiden Sistem Informasi Bahasa atau lebih dikenal dengan istilah SIB yang down beberapa waktu lalu, baru-baru ini tepatnya pada hari Kamis, 18 November 2021 mahasiswa Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) kembali dihebohkan dengan insiden hilang atau tidak munculnya soal ujian ketika berlangsungnya English Proviciency Test of UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (EPTUS) dan Ikhtibar al-Qudrah li Kafa’at al-Lughah al-‘Arabiyyah (IQLA) yang diselenggarakan oleh UPT Pengembangan Bahasa. Kejadian tersebut diperparah dengan sikap kurang responsifnya pengawas dan penyelenggara ujian dalam menangani masalah tersebut, dengan tidak meberikan instruksi solusi yang jelas kepada peserta ujian.

Permasalahan sistem informasi down bukan lagi hal baru yang dialami oleh mahasiswa UIN SAIZU. Kejadian seperti itu sangat sering dialami bahkan setiap tahunnya pasti terjadi terutama menjelang pergantian semester saat pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) di Sistem Informsi Akademik (SISCA). Bahkan seringnya SISCA down sudah berkali-kali mendapat kritikan keras dari mahasiswa. Sayangnya sampai saat ini usaha yang dilakukan oleh mahasiswa masih belum mendapatkan hasil maksimal dari pihak kampus. Dan sekarang tidak hanya SISCA, Sistem Informasi Bahasa (SIB) sebagai pengganti dari Sistem Informasi UPT Bahasa (SIUB) juga mulai menimbulkan kekhawatiran bagi mahasiswa.

Selama ini tuntutan perbaikan sistem di kampus yang seringkali down seperti Sistem Informasi Akademik (SISCA), Sistem Informasi Bahasa (SIB), dan sistem informasi yang lain selalu diarahkan kepada unit pegawai yang bertanggungjawab mengelola sistem tersebut. Namun setelah ditelisik lebih lanjut, dari banyaknya sistem informasi yang ada di kampus rupanya hanya dipegang oleh satu orang programer saja. Unit-unit pegawai yang selama ini diprotes oleh mahasiswa hanyalah sebagai penanggungjawab pelayanan untuk mahasiswa. Artinya, dalam kasus Sistem Informasi Bahasa (SIB) yang down dan kasus hilang atau tidak munculnya soal ketika ujian adalah di luar kendali dari UPT Pengembangan Bahasa. Cepat lambatnya respon dari UPT Pengembangan Bahasa terkait masalah-masalah yang terjadi pada mahasiswa tergantung dari kecepatan respon programer selaku pembuat sistem tersebut.

Ade Ruswati selaku PLT UPT Pengembangan Bahasa juga menjelaskan bahwa tidak serta merta hal-hal yang terjadi selalu sepenuhnya diakibatkan oleh sistem yang error. Tidak dapat dipungkiri kejadian human error pun sering terjadi seperti kesalahan username, lupa password, dan sebagainya. Namun pihak UPT Pengembangan Bahasa juga tidak mengelak kemungkinan bahwa sistemnya yang eror. Karena sebaik apapun sistem pastilah tidak luput dari terjadinya trouble, yang mana kekurangan-kekurangan dari sistem yang dibuat tersebut hanya bisa diketahui ketika dilakukan uji coba berulang kali sehingga bisa di tindaklanjuti dengan melakukan perbaikan.

Mengenai insiden hilang atau tidak munculnya soal ujian ketika berlangsungnya EPTUS dan IQLA, pihak UPT Pengembangan bahasa juga memberikan tanggapan mengenai opsi solusi yang mungkin bisa dilakukan yaitu dengan mennyelenggarakan ujian secara offline. Namun opsi tersebut belum menjadi solusi terbaik mengingat banyaknya faktor yang perlu dipertimbangkan jika dilakukan secara offline, seperti faktor jarak, yang mana tidak semua peserta ujian berada satu wilayah dengan kampus. Sehingga hal tersebut berpotensi banyak peserta yang tidak bisa hadir saat ujian sehingga harus melakukan remidi. Tentunya hal tersebut tidak menguntungkan bagi peserta dan juga penyelenggara ujian. Dengan sistem ujian online peserta dapat lebih fleksibel mengikuti ujian karena bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun.

 “Kami juga memiliki beberapa solusi, solusinya yaitu dilakukan secara offline. Tetapi jika secara online masih bisa tersistemkan kenapa mesti menggunakan offline, karena dengan sistem tersebut data-data yang mahasiswa miliki dapat terjaga dengan baik.” Ujar Ade.

Pihak UPT Pengembangan Bahasa berharap kepada mahasiswa untuk tidak menyalurkan keluhannya langsung kepada pihak programer. Sesuai dengan prosedur, keluhan dari mahasiswa bisa langsung di sampaikan kepada UPT Pengembangan bahasa sebagai penyedia layanan mahasiswa baik via online maupun dengan datang langsung ke kampus sesuai dengan jam kerja. Selain itu, sebelum menyampaikan keluhan mahasiswa diharapkan dapat terlebih dahulu mencari dan mengikuti perkembangan informasi dengan terus memantau grup ujian EPTUS IQLA serta mengecek secara berkala informasi di website SIB. Berdasarkan penjelasan dari Ade Ruswati, kurangnya pelayanan yang dilakukan selain dikarenakan tupoksi yang cukup banyak seperti ujian remidi, sertifikat, perkulihan pengembangan bahasa, terjemah, seminar, kegiatan bimbingan teknis, dan sebagainya, pegawai UPT Pengembangan Bahasa juga merupakan dosen yang memiliki tanggungjawab untuk mengajar.

Dengan kejadian Sistem Informasi Bahasa (SIB) yang down dan hilang atau tidak munculnya soal ketika ujian, mahasiswa berharap pihak kampus dapat lebih concern melakukan pembenahan yang mungkin bisa dimulai dengan menyediakan lebih dari satu Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni untuk menghandle sistem informasi yang ada di kampus.

 

Reporter          : Aiq Haidar

Editor             : Wardah Munfaati

Share:

Tuesday, October 26, 2021

UKM MASTER UIN SAIZU GELAR KEGIATAN JAM SESSION


                                                                    Foto dok. LPM OBSESI

OBSESI - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Master UIN Prof. KH Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) kembali menyelenggarakan kegiatan  rutinan setiap bulannya berupa JAM SESSION, acara ini diselenggarakan di halaman gedung UKM yang dilaksanakan secara offline dimulai dari  pukul 15.30 – 21.00 WIB, Minggu (24/10/21), di hadiri oleh beberapa  tamu undangan dari perwakilan beberapa universitas lain seperti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) ,  Universitas Wijaya Kusuma (UNWIKU) dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Dalam acara ini, UKM Master tidak mengangkat tema apapun, tetapi hanya menampilkan musik saja dengan tetap menggunakan protokol kesehatan. Sebelum kegiatan tersebut berlangsung telah dilaksanakan pula kegiatan minishow, biasa dikenal dengan instrument kegiatan rutinan yang dilaksanakan setiap bulan meskipun masih di masa pandemi covid-19. Akhirnya dalam acara kegiatan ini mereka berani mengadakan kegiatan lebih besar lagi.  

“Dari pemerintah sudah diperbolehkan konser offline tapi dari kita tetap mematuhi protokol Kesehatan”, ungkap Diva Kamila selaku divisi acara.

Untuk mengikuti kegiatan acara ini tidak ada persyaratan tertentu, yang terpenting tetap menjaga protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Saat diwawancarai oleh Crew OBSESI, Diva menuturkan bahwa dalam mengadakan kegiatan ini terdapat kendala dalam penataan panggung dan banyak tamu undangan yang datang terlambat. Meskipun pada  sore hari dilanda gerimis, para peserta tetap antusias untuk mengikuti kegiatan jam session ini. Acara ini berlangsung selama tiga jam dan diakhiri dengan sesi pengambilan foto bersama.

Tujuan dilaksanakannya acara ini sebagai ajang silaturahmi sesama UKM seni khusunya musik terutama dilingkup Purwokerto karena sudah lama tidak bertatap muka secara langsung. “Terjalinnya silaturahmi semakin ketat dan regenerasi untuk anggota penerus UKM Master agar saling mengenal satu sama lain”, harapan Arif selaku ketua umum.

Reporter : Intan & Hanifah

Editor : Istiqomah

 

Share:

TERPOPULER