Kancah Pemikiran Konstruktif

Tuesday, October 19, 2021

Aksi Depan Gedung DPRD Banyumas : Refleksi Tujuh Tahun Rezim Jokowi

 

Foto dok. LPM OBSESI

Purwokerto - Aksi kembali dilakukan oleh Serikat Masyarakat Bergerak Banyumas (SEMARAK) sebagai bentuk peringatan tujuh tahun era pemerintahan Presiden Joko Widodo di depan gedung  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyumas. Senin(18/10)

      Aksi tersebut diikuti oleh massa yang terdiri dari berbagai Badan Elemen Mahasiswa diantaranya : Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM Unsoed ) yang terdiri dari BEM Fakultas Peternakan dan  BEM Fakultas Kedokteran, BEM Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Banyumas, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto beserta Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA)  UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto yang datang dengan  menyampaikan beberapa tuntutan, yaitu : 1) Wujudkan kebebasan sipil seluas-luasnya sesuai dengan amanat konstitusi dan menjamin keamanan setiap orang atas hak berpendapat dan dalam kegiatan mengungkapkan pendapat. 2) Memberikan evaluasi dan arahan kepada Polri untuk menghentikan segala bentuk tindakan representasi. 3) Memberhentikan Firli Bahuri sebagai ketua KPK, membatalkan TWK, serta mengembalikan marwah serta independensi KPK sebagai wujud realisasi janji Jokowi untuk memperkuat agenda pemberantasan korupsi. 4) Menuntut presiden Jokowi untuk menerbitkan perpu untuk menggantikan undang-undang cipta kerja yang melibatkan masyarakat dalam penyusunannya. 5) Merealisasi janji Jokowi dalam menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu dan menangkap serta mengadili para pelaku pelanggaran HAM masa lalu. 6) Menuntut pemenuhan hak-hak korban pelanggaran HAM berat masa lalu dan jaminan ketidakberulangan pelanggaran HAM berat masa lalu.

 

            Aksi ini dijadwalkan pada pukul 12.30 WIB dengan titik kumpul di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM Unsoed), tetapi massa baru bergerak pada pukul 14.30 WIB karena ada beberapa hambatan saat melakukan perjalanan menuju ke lokasi aksi. Diantaranya adanya cegatan dari aparat saat massa berniat untuk parkir di area masjid SMA Muhamadiyah 1 Purwokerto, ketika sampai di lokasi massa dihalangi masuk oleh petugas protokol kesehatan dengan menyuruh membawa semua aksi massa untuk melakukan tes usap ( swab test) dengan alasan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pers tidak diizinkan masuk oleh petugas dengan alasan sudah diwakilkan oleh salah satu media mahasiswa.

          Atas desakan massa yang terus-menerus pada akhirnya pers diizinkan untuk masuk. Sementara itu orasi-orasi tetap disuarakan, dengan demikian ini memaksa ketua DPRD Banyumas untuk menampakan diri di depan massa aksi.

         Dalam pidatonya, beliau menyampaikan akan melanjutkan tuntutan ke pusat, namun bukan berarti menyetujui tuntutan, bahkan beliau sempat menolak untuk menandatangi keputusan. Atas desakan dan juga perdebatan antara pihak DPRD dengan pihak Mahasiswa, akhirnya terbitlah surat tanda terima berkas dengan kop DPRD Kab. Banyumas.

 “Saya siapi untuk meneruskan, bukan menandatangani untuk menyetujui.” Ujar dr. Budhi Setiawan Ketua DPRD Banyumas.

Massa akhirnya memberikan opsi  jawaban tuntutan dari  pemetintah tepat pada peringatan sumpah pemuda.

 “Misal tidak ada jawaban, kita akan datang kembali pada tanggal 28 Oktober, sekaligus memperingati sumpah pemuda.” Ujar salah satu perwakilan massa aksi setelah penandatanganan surat pernyataan.



Reporter : Irma & Iqbal
Editor : Isti
Share:

Saturday, September 25, 2021

Organisasi Intra Dan Organisasi Ekstra


Mahasiswa merupakan seseorang yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan diharapkan dapat membawa  perubahan  ke arah yang lebih baik (progress) untuk negeri. Maka dari itu, mahasiswa sering  disebut sebagai agent of change karena estafet kepemerintahan akan diberikan kepada generasi muda yang mampu menjadi pemimpin. Kepemimpinan bisa didapatkan dengan mengikuti  organisasi yang berada di kampus, karena mengikuti organisasi bisa menjadi bekal bagi anggotanya untuk memiliki karakter menjadi seorang pemimpin. Tingkatan terendah dari seorang pemimpin adalah memimpin diri sendiri.

Jadi, apa sih makna  organisasi menurut pendapat aktivis di kampus Universitas Islam Negeri Prof.KH Saifuddin Zuhri? “Organisasi  itu wadah, dan kita itu airnya. Kita nanti akan menyesuaikan wadahnya”- Nia Nur Pratiwi, Anggota Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri Prof.KH Saifuddin Zuhri Komisi A

Organisasi adalah kumpulan suatu orang yang  ingin mencapai suatu tujuan, dan itu di buku leadership juga ada”-Fikri Al-Hakim, Anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Divisi Hikmah

Orgapisasi adalah wadah untuk kita yang ingin melatih publick speaking, menambah pengalaman, menambah wawasan, yang jauh di luar kegiatan akademik”-Ermawati, Anggota Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan (FTIK) Komisi C

Bagi Saya itu organisasi adalah sebuah wadah, diibaratkan organisasi sebuah laboratorium. Di dalam laboratorium itu di dalamnya ada yang namanya percobaan atau uji coban. Semisal kita ingin membuat bahan A atau membuat makanan A, disitu kita kan meramu terus merumuskan; sekiranya makanan ini agar enak apa aja bahannya?. Tentunya di dalam percobaan tersebut ada yang namanya: kegagalan, produk gagal, terus ada produk jadi. Sama halnya seperti itu di organisasi diajarkan seperti halnya yang telah Saya sebutkan. Pasti kita ada yang mengalami  kesalahan, terus kita dapat teguran, dapat masukan, dan dimana masukan tersebut menjadikan kita menjadi mahasiswa yang berkualitas, salah satunya kita belajar banyak hal, belajar dari kesalahan yang nantinya kesalahan tersebut nantinya bisa kita perbaiki ya dari organisasi”-Nailurrobikh, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dan Ilmu Keguruan (FTIK)

Organisasi mahasiswa memiliki dua lingkup yakni, organisasi intra dan organisasi ekstra. Tentunya ada perbedaan dari keduanya, bisa dari: ruang lingkup, budgeting, kegiatan kemahasiswaan, dan kepentingannya.

 Secara bahasa kalau intra  itu kan dari dalam sedangkan ekstra itu dari luar, Kalau kita lihat dari esensi nya itu intra adalah semua organisasi  yang memang dari kampus kalau ekstra itu, berasal dari luar kampus. Lalu apa yang membedakan antara intra dan ekstra itu terkait budgeting dari organisasi intra itu berasal dari kampus; kegiatannya berkaitan dengan birokrat, berkaitan dengan kemahasiswaan, baik secara fakultas maupun di univ. Kemudian secara Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)  juga diatur dalam sidang tertinggi yang diatur dalam kongres yang hanya ada dimiliki di kampus. Kemudian organisasi ekstra adalah organisasi yang secara budgeting di luar budgeting kampus,  kemudian AD/ART nya memiliki AD/ART sendiri-sendiri” Menurut Nia Nur Pratiwi Senat Mahasiswa Universitas Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN SAIZU) Komisi A yang dihubungi pada 21 September 2021, pukul 19.42 WIB

Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) merupakan ajang  organisasi bisa melakukan misi untuk kaderisasi anggota. Maka inilah saatnya untuk menyampaikan doktrin-doktrin yang ada dari masing-masing organisasi. Di mana  mahasiswa baru akan memilih organisasi untuk berproses, eksistensi itu tidak perlu, yang perlu adalah jati diri pribadi berada di organisasi yang tepat. Bukan seberapa banyak massa yang mengikuti organisasi tersebut. Hal ini bukan perihal kuantatitas seberapa banyak massa nya; melainkan kualitas bagaimana anggotanya mampu memahami tujuan organisasi yang diikuti, bukan eksistensi ataupun hanya sekadar cari sensasi.

Menurut Ermawati, Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan ( SEMA FTIK) Komisi C yang dihubungi pada Hari  Selasa, 21 September 2021 pukul 14.13 WIB “Organisasi itu sebuah keharusan. Nanti saat kita akan berpolitik juga perlu organisasi.. Kalau kita terjun ke luar (masyarakat) juga membutuhkan pengalaman

Sedangkan menurut Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan (DEMA FTIK), Nailulrrobikh yang dihubungi pada Hari Minggu,  19 September 2021 pukul 15.17 WIB.

Bagi Saya, organisasi itu merupakan suatu keharusan ya. Karena di dalam organisasi sendiri terdapat beberapa aspek yaitu ada: aspek kepemimpinan, ada management organisasi, ada team building, ada networking, ada relationship juga yang dimana kita dapat mengembangkannya. Organisasi itu sendiri disiapkan untuk menjadi bagian masyarakat yang nantinya memiliki kemampuan yang dapat diterapkan, dikembangkan, dan diupayakan atau dioptimalkan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Jika semisalkan mahasiswa sering berorganisasi, memaksimalkan di wadah tersebut nantinya itu akan menjadikan bekal di lingkungan masyarakat. Terlebih lagi kan di Indonesia sekarang lagi gencar-gencar  nya 2045 itu generasi emas. Tinggal bagaimana nanti dari beberapa remaja tersebut bisa memberikan solusi, dimana dia bisa mengembangkan potensinya, memaksimalkan apa yang dia miliki  yang dia punyai sebagai power dari diri mereka”.

Mengapa seringkali organisasi disekat dengan kata ‘versus” yang bermakna lawan? mengapa tidak diganti dengan kata “dan”? padahal, kata penghubung tersebut mampu mendinginkan seperti situasi panas.  Organisasi intra dan organisasi ekstra seringkali dibenturkan karena masing-masing dari keduanya memiliki kepentingan dan ruang lingkup yang berbeda. Tentunya sebagai manusia memiliki subjektivitas dalam menilai suatu fenomena yang ada, perbedaan itu wajar Negara Indonesia pada akhirnya mencapai kemerdekaan meski memiliki heterogenitas dalam beberapa aspek. Maka, seyogyanya mahasiswa sebagai pribadi intelek mampu melihat sesuatu dengan melek dan pertimbangan objektif. Organisasi intra dan ekstra tentu berbeda, keduanya berjalan pada jalannya masing-masing. Namun, hakikat dari kedua organisasi tersebut sama, yakni; menciptakann kader pemimpin yang nantinya akan memimpin Indonesia menuju Indonesia tangguh dan tumbuh. Salam Mahasiswa! Salam Persma!

 

Penulis: Lilih Pangesturini

 

 

Share:

Thursday, September 16, 2021

Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Raih Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional

           

Dok. LPM OBSESI

           Nia Nur Pratiwi (Program Studi Manajemen Pendidikan Islam) dan Asti Hayatri (Program Studi Tadris Bahasa Inggris) merupakan  Mahasiswi UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri   meraih  juara 2 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah  ( LKTI ) Nasional Pemuda yang diselenggarakan oleh Yayasan Garuda Nusa, Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Perlombaan dilaksanakan pada tanggal 9-12 September 2021.

"Senang, alhamdulillah bisa mewakili UIN Saizu di acara nasional. Semoga nantinya bisa diteruskan oleh adik-adik UIN Saizu tercinta”  ujar Nia selaku peserta lomba LKTI.

           Tema yang di angkat oleh tim karya ilmiah UIN Saifudin Zuhri yaitu pemberdayaan masyarakat dengan judul Beras Analog Mocaf: Pemberdayaan Petani Singkong Berbasis Socioprener Melalui Skema Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 di Desa Pesangkalan, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah”. Tema tersebut diusung karena banyaknya sumber daya alam singkong yang melimpah di Banjarnegara agar bisa diperdayakan oleh masyarakat menjadi beras sebagai substitusi pangan. Keunggulan beras analog mocaf dengan beras pada umumnya, beras analog mocaf lebih rendah gula sehingga cocok untuk orang-orang penderita diabetes yang bisa dijadikan alternatif untuk mengurangi makanan yang manis-manis.

           Tim karya ilmiah UIN Saifuddin Zuhri memulai penelitian pada awal juni sampai akhir juni 2021 dengan menggunakan metode kualitatif, deksriptif analitik secara mendalam. Dalam pengumpulan datanya  melakukan wawancara kepada petani, pengrajin, penggiat muka serta mengumpulkan dokumen-dokumen yang ada dengan tekhnik analisis data  triangulasi.

           Perlombaan lebih banyak diikuti oleh universitas non PTKIN. Namun, 2 universitas PTKIN mampu lolos sampai ke babak final yaitu dari UIN Prof KH Saifuddin Zuhri dan UIN Banten. Berawal dari 20 finalis yang masuk ke babak final, dan selanjutnya diseleksi lagi tersisa menjadi 13 finalis. Untuk juara ada juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2, 3.

            “Pada dasarnya memang penelitian diarahkan untuk diterbitkan ke jurnal entah itu jurnal pemberdayaan, jurnal social atau yang sejenisnya yang bisa disesuaikan dengan tampletnya untuk bisa submit” ujar bapak Wahyu Budi Antoro M. Sos selaku pembimbing karya ilmiah dari UIN Saizu.

           Dari kejuaran ini hendaknya digiatkan terus terkait kepenulisan khusunya untuk mahasiswa dalam bidang kepenulisan dan riset yang berdasarkan tridarma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.


Reporter : Intan Melly

Editor : Istiqomah

Share:

Monday, August 30, 2021

UIN SAIZU Gelar 2000 Dosis Vaksin Untuk Mahasiswa & Umum

 

Foto Dok. LPM OBSESI

Purwokerto – Sebanyak 2.000 dosis vaksin  Moderna  diberikan kepada Mahasiswa dan Masyarakat umum pada pelaksanaan program vaksinasi covid – 19 yang bertempat di Auditorium Universitas Islam  Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) pada Senin, (30/8).

Moh Roqib selaku Rektor UIN SAIZU menyampaikan bahwa kegiatan hari ini merupakan suatu titik gerakan kemanusiaan dengan kolaborasi antara Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN SAIZU bersama  TNI-Polri dalam rangka meningkatkan imunitas masyarakat agar tetap bertahan dalam melawan virus Covid-19. Ungkapan serupa juga disampaikan Kapolresta Banyumas Kombes Pol.  Lukmanul Hakim, beliau  mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi ini bertujuan untuk memberikan kekebalan bagi kalangan produktif termasuk mahasiswa.

Foto Dok. LPM OBSESI

Moderna dipilih karena efektifitasnya yang mencapai 94,1% dengan ketersediaan yang cukup saat ini,  meskipun  mempunyai  efek samping tersendiri.

Peserta vaksinasi mahasiswa adalah mereka yang sudah lolos validasi data serta memiliki E-Tiket serta terdaftar dalam link yang disediakan oleh pihak DEMA, dengan syarat menunjukan Kartu Keluarga serta nomor telepon yang bisa dihubungi  serta screening di tempat. Namun, ada beberapa kasus mahasiswa sudah mendaftar melalui link yang tersedia, tetapi tidak mendapatkan  E-Tiket.

Terkait hal tersebut, Sahal selaku ketua DEMA mengatakan “Kita memliki dua belas personil tim kolsultasi dan pendataan. Hal ini memiliki kelemahan, yaitu ketika peserta itu sudah mendaftar di link yang pertama kemudian dia mendaftar lagi di link yang sama, maka datanya akan hilang, karena mendaftar lebih dari sekali, data itu akan menumpuk dan tidak masuk direkap, karena yang kita rekap itu satu data yang paling pertama yang ke dua dan seterusnya itu tidak masuk, disitu kendalanya” ujarnya.

Foto Dok. LPM OBSESI

Menurut Sahal, alasan lain dari kasus ini adalah terkait penyertaan nomor telepon, banyak mahasiswa yang menyertakan nomor WhatsApp bukan nomor ponsel aktif yang bisa dihubungi, karena informasi terkait vaksinasi ini melalui SMS bukan via WhatsApp, sehingga informasi akhirnya tidak sampai.

Vaksinasi yang disambut hangat antusias mahasiswa ini masih belum sepenuhnya berhasil karena masih ada beberapa mahasiswa yang gagal ikut vaksin.

Seperti yang diungkapkan oleh Amri, peserta yang berhasil melakukan vaksinasi “ Tadi aku deg-degan ya, serius, karena kemarin sempat vaksin ke UMP tapi aku ngga lulus screening, terus vaksin disini, dan disini Alhamdulillah baru tadi, perasaannya sekarang lega karena saya sudah menjadi manusia kuat, punya ini kartu vaksin, seperti itu. Ayo segera vaksin dong biar bisa kemana-mana lagi dengan tetap protokol kesehatan.”

Ungkapan lain, dari peserta yang belum berhasil melakukan vaksinasi covid-19, Fazrul mengatakan “Sebenernya cukup kecewa sih, karena ini udah momen yang langka banget kan, kita bisa vaksin moderna, apalagi di kampus sendiri. Cuma tadi aku juga lagi kurang fit juga. Sama dokternya tadi pas screening ternyata nggak dibolehin, yaa gimana lagi gitu ya.”

Dalam mengatasi peserta tertunda ini, Sahal megungkapkan  bahwa mereka akan ditampung terlebih dahulu dan akan tetap diperjuangkan untuk vaksin di kampus. Rektor UIN SAIZU juga menyatakan akan ada pendataan terkait hal tersebut dan jika sudah siap akan dilakukan vaksin gelombang berikutnya.

Reporter    : Iqbal & Irma

Editor    : Isti


Share:

Wednesday, August 25, 2021

Antusiasme Mahasiswa Baru dalam Pelaksanaan PBAK UIN SAIZU 2021


Photo Dok. LPM OBSESI

OBSESI – Hari terakhir Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2021 Universitas Islam Negeri Prof. K.H Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU)  Purwokerto (25/8) diisi dengan pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Unit Kegiatan Khusus (UKK), Partai Politik Mahasiswa dan Organisasi Kemahasiswaan.

PBAK 2021 kali ini menyungsung tema “Bumikan Bangsa Langitkan Budaya dalam Moderasi Beragama” dengan ini diharapkan mahasiswa baru UIN SAIZU dapat menjaga bangsa, budaya dan toleransi antar umat beragama. Saat ditemui crew LPM OBSESI, Rizki, ketua PBAK 2021 menuturkan bahwa jumlah panitia PBAK tahun ini berjumlah 165 orang yang terbagi menjadi 8 divisi dan diikuti oleh 3.272 peserta.

Photo Dok. LPM OBSESI

Beberapa kendala kerap ditemukan dalam proses pelaksanaan PBAK, hal ini dijelaskan langsung oleh Rizki “Kendala krusial mungkin miskomunikasi, terus yang paling urgent yaitu untuk budgeting masih dari temen-temen panitia, selain itu ada sedikit kendala 1-2 menit terhadap media, dikarenakan kabel yang copot tetapi itu bisa cepat diatasi oleh tim media sehingga tidak mengakibatkan kendala yang krusial”.

Walaupun diselenggarakan secara online, antusiasme peserta cukup luar biasa dalam mengikuti serangkaian acara yang sudah terstruktrur, walupun masih ada beberapa anak yang belum bisa terkondisikan untuk mengikuti kegiatan PBAK, hal ini terjadi karena terdapat beberapa anak yang meminta izin untuk mengikuti kegiatan vaksinasi. Hal tersebut dimaklumi oleh panitia PBAK, karena mengingat vaksinasi juga merupakan salah satu bentuk kegiatan dari pemerintah yang perlu didukung oleh masyarakat termasuk akademisi.

Imam Hanif, peserta PBAK UIN SAIZU 2021 prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) mengutarakan pesan dan kesannya terhadap PBAK 2021 saat dihubungi oleh crew ”kurang asik karena dilaksanakan secara online begitu pun banyak kendala yang dialami diantaranya yaitu masih tentang kendala sinyal yang umum terjadi dikalangan peserta PBAK, tidak ada keluhan karena tugas hanya meresume” ungkapnya.

Pada kesempatan lain Septi Muslimatul Khasanah, peserta PBAK dari prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) juga mengungkapkan pesan dan kesannya terhadap kegiatan PBAK “Asik ngga garing walaupun online tetapi berkesan kendala yang dihadapi masih sama yaitu terkait kendala sinyal dan kurangnya pemahaman terhadap teknologi seperti penggunaan zoom yang  masih bingung” saran Septi untuk kedepannya bagi mahasiswa yang belum bisa dalam pengoperasian zoom mungkin dari panitia bisa membuatkan tutorial mengenai pemakaian zoom tersebut.

Pada akhir sesi wawancara, Rizki memberikan pesan kepada Calon Mahasiswa Baru UIN SAIZU “Semangat terus, semangat kuliah walaupun banyak halang rintang terkait pandemi, tetap fokus terhadap tujuan utama kuliah dan juga dengan PBAK ini mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang ada di kampus dan bisa melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, pengabdian, dan penelitian” Untuk seluruh mahasiswa baru dan teman-teman yang lain, tidak usah hebat untuk memulai tapi memulailah untuk jadi hebat” Tutup Rizki.

Reporter    : Subhan & Nia

Editor    : Fazrul



Share:

TERPOPULER