Kancah Pemikiran Konstruktif

Sunday, April 29, 2018

Puisi Aisyah Khoirunnisa : Aku Berkaca Tanpa Pernah Bercermin

lovethispic.com

Aku berkaca
Pada embun yang selalu menyelimuti pagi hari,
tanpa pernah mengeluh
Aku berkaca
Pada air yang meluap setiap naik kuali,
tanpa pernah berkata tolong
Aku berkaca
Pada seekor keledai yang meringkik dengan beban berat dipunggungnya,
tanpa pernah berkata aku lelah
Aku berkaca       
Pada matahari yang terus bergelantung di atas sana
tanpa pernah berkata lepaskan aku
Aku bahkan berkaca
Pada seekor semut yang selalu berteriak Kerja! Kerja! Kerja!
Rembulan selalu mengingatkanku untuk berpikir
Kerjapan si kejora menyanjungku setiap kali aku jatuh dan terseok
Bahkan air yang mengalir
menuntutku untuk bangkit, bangkit dan bangkit
Aku selalu berkaca
Aku berkaca tanpa pernah bercermin

2016



 Aisyah khoirunisa,  Mahasisiwa  4 Pendidikan Agama Islam (PAI) C  IAIN Purwokerto
Share:

Saturday, April 28, 2018

IPPBMM VII Berakhir Dengan Tuan Rumah Sebagai Juara Umum

IAIN Purwokerto menjadi juara umum IPPBMM VII 2018.
foto : Sri

IPPBMM VII telah berakhir dengan dilaksanakannya penutupan pada Jum’at (27/4) di Auditorium utama IAIN Purwokerto. Penyerahan medali oleh Ketua Panitia kepada Rektor IAIN Purwokerto ditandai sebagai bergilirnya posisi juara umum yang sebelumnya diraih oleh IAIN Tulungagung.

Acara penutupan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan sesi penyerahan medali kepada para pemenang disetiap cabang lomba. IAIN Purwokerto memperoleh medali terbanyak dengan jumlah keseluruhan sebanyak 18 medali (10 emas, 4 perak, 4 perunggu). Disusul oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memperoleh 10 medali (4 emas, 5 perak, 1 perunggu). Di posisi selanjutnya ditempati IAIN Tulungagung dengan jumlah 9 medali (4 emas, 4 perak, 1 perunggu).

Luthfi Hamidi, selaku Rektor IAIN Purwokerto mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi yang sudah diraih. Hal tersebut diungkapannya saat sesi sambutan di akhir selepas penyerahan piala bergilir dan piala juara umum. Ucapan maaf atas segala kekurangan dan fasilitas yang tersedia tidak lupa pula disampaikan.

Sebanyak 31 kontingen dari berbagai PTKIN di seluruh Indonesia telah meramaikan pagelaran IPPBMM VII ini. Salah satunya UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang meraih posisi juara umum keempat. Ade Lela kontingen dari UIN Sunan Gunung Djati peraih juara 3 di cabang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) mengungkapkan harapanya IPPBMM tahun 2020 semakin lebih baik, yang diperkirakan akan dilaksanakan di UIN Sunan Gunung Djati itu sendiri. Selain itu, dalam sarannya perlu adanya peningkatan dari jumlah Liaison Officer (LO) yang mendampingi tiap kontingen. Seharusnya ada LO dari setiap cabang lomba yang mendampingi sehingga peserta tidak kewalahan. Dalam perjalanannya, peserta harus turun tangan sendiri untuk Technical Meeting (TM). (Okt/Sri/Windha)
Share:

Friday, April 27, 2018

Kejuaraan Musabaqah Qira’atul Kutub dalam IPPBMM VII

lomba Musabaqah Qira'atul Qutub.

Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) tingkat nasional dalam IPPBMM VII telah dilaksanakan. Bertempat di IAIN Purwokerto pada (24-25/4), kejuaraan ini menghasilkan UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai juara satu dalam kategori putra dan UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten untuk putri.

Dalam IPPBMM VII ini MSQ diikuti 19 PTKIN dariseluruh Indonesia. Perlombaan ini berlangsung dua hari. Satu hari pertama diperuntukkan untuk putra yang diikuti juara dua berasal dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Serta tuan rumah IAIN Purwokerto sebagai posisi ketiga. Sedangkan di hari kedua, pemenang tingkat dua dan tiga putrid diisi oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan IAIN Kediri.

MQK adalah perlombaan yang berfokus pada kitab Fathul Qorib sebagai penilaian. Peserta harus membacanya dengan Bahasa Arab beserta pemaknaan dengan mufrodat yang baik. Selainitu, kaidah nahwu sharaf pun menjadi kriteria selanjutnya untuk para juri memberkan nilai. Penjelasan maksud kalimat dari bab yang dibaca dalam Bahasa Indonesia ditambah adanya Tanya jawab menjadi pelengkap nilai yang tidak kalah penting.

Terdapat tiga juri yang menentukan hasil lomba. Diantaranya dari IAIN Purwokerto, Pesantren Al Makmur Sokaraja dan UIN Malang. Menurut Ainul Yaqin selaku penanggung jawab lomba, meskipun terdata 19 PTKIN tetapi tidak seluruhnya mengirimkan perwakilan untuk putra dan putri. Ada beberapa PTKIN yang hanya mengirimkan untuk putra atau putri saja. Dengan data yang lebih rinci, 17 PTKIN untuk masing-masing kategori. Dalam urutannya, perlombaan MQK ini adalah yang kedua dalam tingkat nasional.

Nur Azkadari UIN Sunan Kalijaga yang menjadi harapan satu mengatakan, untuk perlombaan MQK membutuhkan waktu satu bulan dalam pelatihan. Nur Azka yang juga pernah menjadi peserta dalam MQK nasional sebelumnya. Saat berlangsungnya perlombaan, ada  perbedaan dari segi penyampaian nilai yang tidak langsung disampaikan oleh dewan juri kepada panitia melalui layar lcd. Hal itu dikarenakan sarana yang belumada, sehingga penjurian belum bersifat transparan.

Ahmad Sulaiman selaku pelatih dari AbdaBilah dari IAIN Purwokerto pun mengatakan, kurang lebih dua bulan anak didiknya berlatih agar bias mantap mengikuti MQK ini. Karena menurutnya, peserta lain yang mengikuti mempunyai kualitas yang bagus pula. Karena rasa optimis dan kemantapan AbdaBilah, membuatnya mampu meraih kategori juara ketiga.

Ahmad Sulaiman berharap bahwa sosialisasi IPPBMM dari IAIN Purwokerto khususnya, selanjutnya dapat kembali diperluas dalam hal publikasi agar mahasiswa lain yang mumpuni dapat mengikuti lomba.  (Nur A Shabira)



Share:

Perolehan Juara di Cabang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ)

Musabaqaoh TIlawatil Qur;an IPPBMM VII yang berlangsung di masjid Darunnajah IAIN Purwokerto
foto : Dini

Cabang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dalam ajang Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM ) VII 2018 terlaksana di Masjid Darunnajah IAIN Purwokerto. Dengan jumlah peserta putra 18 dan putri 21. (26/4).

Perlombaan yang dikoordinatori oleh Abdal Haqil ini dilaksanakan selama 2 hari. Hari pertama adalah babak penyisihan yang menyisakan 6 peserta. Hari kedua dilanjutkan dengan babak final yang akan menentukan  juara 1 2 3 dan harapan 1 2 3 kategori putra dan putri. Kriteria penilaian dilihat dari lagu, tajwid adabiyah, dan suara.  Dewan juri sendiri berasal dari IAIN Purwokerto, UIN Sunan Gunung Jati Bandung dan IAIN Jember.


"Harapannya Cuma satu  sportif aja,  sportif antara juri yang satu dengan yang lain, soalnya dari pengalaman sebelumnya ya kaya gitu lah, namanya juga lomba" tutur Mustaghfirin,  salah seorang peserta lomba MTQ perwakilan dari IAIN Kudus.

Berikut perolehan juara dari lomba MTQ. Kategori putra, Juara 1 diraih oleh IAIN Madura, juara 2 UIN Sunan Gunung Jati Bandung, sementara IAIN Jember menempati juara 3. Untuk kategori putri delegasi dari UIN Ar Raniry menempati juara 1, UIN Malang juara 2 dan UIN Sunan Gunung Jati Bandung sebagai juara 3.

Reporter : Fitri
Penulis   : Dini
Editor     : Anissa


Share:

IAIN Parepare Raih Emas di Catur Klasik Putra

cabor kategori catur klasik di Hall COR hotel
foto : futia

Purwokerto – Sebanyak  27 atlit ikuti turnamen catur IPPBMM VII dalam kategori catur klasik. Turnamen yang bertempat di COR Hotel ini, berlangsung sejak hari rabu lalu. Turnamen ini diikuti 12 atlit putri dan 15 atlit putra. Sistem pertandingan dalam turnamen catur menggunakan program Swiss-Manager. (26/4)

Pertandingan berlangsung serius di Hall COR Hotel lantai 2, pertandingan catur kalsik putri dimenangkan IAIN Kediri . Sedangkan pada pertandingan kategori catur kalsik putra dimenangkan IAIN Parepare yang sebelumnya melawan IAIN Surakarta. IAIN Parepare yang diwakili Taufan Tri Setiawan M (22) berhasil meraih medali emas pada event IPPBMM cabang olahraga catur. “Pola pikir berkembang melatih otak nggak capek,  nggak terlalu butuh stamina” ungkap Taufan.

Banyak dari lingkungan  sekitar mendukung olahraga yang ditekuninya terutama keluarga. Meskipun disisi lain dia memiliki hobi badminton tetapi menurutnya catur berbeda karena dalam olahraga cabang catur memerlukan konsentrasi yang tinggi dan harus siap mental saat bertanding. Oleh karena itu dia selalu mengasah kemampuannya disela-sela waktu kosong dengan temannya  dengan catatan tidak mengganggu perkuliahan yang sedang dia tempuh.

Pada pertandingan ini, dia sangat antusias karena dari tim cabang catur hanya mengirimkan 1 orang. Walaupun hanya dirinya dia merasa sangat tenang karena hobi catur yang digeluti sejak kecil selalu diasah. 
peserta fokus bertanding
foto : Futia
Reporter : yunus
Penulis   : Futia
Editor      : Anisa
Share:

Thursday, April 26, 2018

Debat Bahasa Inggris IPPBMM Purwokerto, Gunakan Sistem British Parliamentary


peserta dalam debat bahasa Inggris
foto: Nisaul

Lomba debat bahasa Inggris berlangsung selama dua hari. Hari pertama, Rabu (25/4/18) ditentukan sebagai babak penyisihan peserta yang berjumlah 21 tim, dimana 1 timnya beranggotakan 2 orang. Hari kedua, yakni hari Kamis (26/4/18) ditentukan sebagai babak semi final dan final. Dengan 6 juri Professional dari UNSOED (Universitas Jendral Soedirman), 1 dari Pemekasan, dan 1 lagi dari Salatiga.

“Saya salut selama mengikuti lomba debat disini, karena benar-benar credible dalam penilaiannya. Maksudnya biasanya ketika yang menjadi juri adalah dosen, yang dinilai bukan argumen, tapi yaitu grammer, speakingnya kita, dan sebagainya, jadi bukan isi argumen. Dan juga panitianya mau memberikan perhatian khusus kepada debat bahasa Inggris”. Ungkap  Dewi Putri Nur Jannah dari IAIN Jember.

Lomba dimulai pukul 08.00 WIB, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peserta yang menginap di hotel mengalami kesulitan untuk persiapan, mulai dari sarapan dan lain sebagainya. Dikarenakan keterbatasan ruang dan juri, debat kali ini hanya menggunakan 3 ruang kelas, sehingga babak penyisihan akan diaksanakan dalam dua ronde. Dari babak penyisihan itu, akan diambil yang paling bagus untuk masuk ke semi final plus dua runner up terbaik.

Dengan menggunakan sistem British Parliamentary, sistem dimana untuk sekali main di satu kelas, 4 tim akan bermain sekaligus. 2 tim menjadi government (pro), sementara 2 tim menjadi yang kontra. Namun, penilaian tetap untuk masing-masing person dan nanti akan diakumulasikan. Jadi, satu kampus mendelegasikan dua orang, yang dinilai satu per satu lalu diakumulasikan jumlahnya. Karena menggunakan sistem British parliamentary, maka di satu ruang debat terdapat 4 tim; 1 kampus menjadi opening government (pihak pro), 1 kampus lagi menjadi closing government, sementara 1 kampus lagi menjadi opening opposisition dan 1 kampus lagi menjadi closing opposisition.
IAIN Purwokerto diwakili oleh Adib Syaufawi dan Nova Ardianto yang tergabung dalam satu tim. Mereka adalah peserta yang telah lolos seleksi mengikuti debat yang diselenggarakan oleh pelatih debat IAIN Purwokerto.

Jumlah peserta yang ganjil memerlukan swing team untuk ikut serta dalam debat, swing team ini diambil dari mahasiswa IAIN Purwokerto yang tergabung dalam UKM EASA (Englis Arrabic Student Association) IAIN Purwokerto.

Berikut yang berhasil lolos ke babak semi final : IAIN Syekh Nurjati, UIN Malang, UIN Sunan Kalijaga, IAIN Purwokerto, IAIN Jember, UIN SGD Bandung, IAIN Tulungagung, dan UIN Sunan Ampel.

Penulis : Nisaul
Editor : Anisa



Share:

TERPOPULER