Kancah Pemikiran Konstruktif

Friday, April 27, 2018

Kejuaraan Musabaqah Qira’atul Kutub dalam IPPBMM VII

lomba Musabaqah Qira'atul Qutub.

Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) tingkat nasional dalam IPPBMM VII telah dilaksanakan. Bertempat di IAIN Purwokerto pada (24-25/4), kejuaraan ini menghasilkan UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai juara satu dalam kategori putra dan UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten untuk putri.

Dalam IPPBMM VII ini MSQ diikuti 19 PTKIN dariseluruh Indonesia. Perlombaan ini berlangsung dua hari. Satu hari pertama diperuntukkan untuk putra yang diikuti juara dua berasal dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Serta tuan rumah IAIN Purwokerto sebagai posisi ketiga. Sedangkan di hari kedua, pemenang tingkat dua dan tiga putrid diisi oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan IAIN Kediri.

MQK adalah perlombaan yang berfokus pada kitab Fathul Qorib sebagai penilaian. Peserta harus membacanya dengan Bahasa Arab beserta pemaknaan dengan mufrodat yang baik. Selainitu, kaidah nahwu sharaf pun menjadi kriteria selanjutnya untuk para juri memberkan nilai. Penjelasan maksud kalimat dari bab yang dibaca dalam Bahasa Indonesia ditambah adanya Tanya jawab menjadi pelengkap nilai yang tidak kalah penting.

Terdapat tiga juri yang menentukan hasil lomba. Diantaranya dari IAIN Purwokerto, Pesantren Al Makmur Sokaraja dan UIN Malang. Menurut Ainul Yaqin selaku penanggung jawab lomba, meskipun terdata 19 PTKIN tetapi tidak seluruhnya mengirimkan perwakilan untuk putra dan putri. Ada beberapa PTKIN yang hanya mengirimkan untuk putra atau putri saja. Dengan data yang lebih rinci, 17 PTKIN untuk masing-masing kategori. Dalam urutannya, perlombaan MQK ini adalah yang kedua dalam tingkat nasional.

Nur Azkadari UIN Sunan Kalijaga yang menjadi harapan satu mengatakan, untuk perlombaan MQK membutuhkan waktu satu bulan dalam pelatihan. Nur Azka yang juga pernah menjadi peserta dalam MQK nasional sebelumnya. Saat berlangsungnya perlombaan, ada  perbedaan dari segi penyampaian nilai yang tidak langsung disampaikan oleh dewan juri kepada panitia melalui layar lcd. Hal itu dikarenakan sarana yang belumada, sehingga penjurian belum bersifat transparan.

Ahmad Sulaiman selaku pelatih dari AbdaBilah dari IAIN Purwokerto pun mengatakan, kurang lebih dua bulan anak didiknya berlatih agar bias mantap mengikuti MQK ini. Karena menurutnya, peserta lain yang mengikuti mempunyai kualitas yang bagus pula. Karena rasa optimis dan kemantapan AbdaBilah, membuatnya mampu meraih kategori juara ketiga.

Ahmad Sulaiman berharap bahwa sosialisasi IPPBMM dari IAIN Purwokerto khususnya, selanjutnya dapat kembali diperluas dalam hal publikasi agar mahasiswa lain yang mumpuni dapat mengikuti lomba.  (Nur A Shabira)



Share:

0 comments:

Post a Comment

TERPOPULER