Kancah Pemikiran Konstruktif

Saturday, April 14, 2018

Mengungkap Kematian yang Penuh Konspirasi

.imdb.com


Resensi     : Film The Stoning of Soraya M.
JudulFilm  : The Stoning of Soraya M.
Sutradara  : Cyrus  Nowrasteh
Co Produser : Todd Burns & Deburah Aqualia

Pemain : Mozhan MarnĂ² sebagai  Soraya M, Shohreh  Aghdashloo sebagai  Zahra, Jim Caviezel sebagai Freidoune Sahebjam, Parviz Sayyad sebagai Hashem, Ali Pourtash sebagai Mullah, David Diaan sebagai Ebrahim.

Seorang Jurnalis Prancis berdarah Iran Freidoune Sahebjam (Jim Caviezel) melakukan perjalanan ke sebuah desa terpencil di Iran. Di tengah perjalanan ia mendapatkan masalah dengan mobilnya, akhirnya ia bawa kebengkel terdekat di desa terpencil di Kuhpayeh, Iran. Di sana ia bertemu dengan Zahra wanita yang  tiba- tiba  menceritakan  sesuatu yang di luar pikirannya. Zahra mengajaknya datang  ke rumahnya. Zahra ingin menceritakan kejadian yang dianggapnya salah yang telah terjadi di desa itu, dan tentang apa yang telah mereka lakukan terhadap keponakanya, Soraya. Zahra mengatakan bahwa iblis sendiri yang datang mengunjungi desa itu, dan iblis itu sangat disegani dan dihormati disitu.

Ali adalah suami kasar Soraya yang mencoba untuk menghasut imam desa untuk meyakinkan Soraya agar memberinya perceraian sehingga dia bisa menikahi gadis 14 tahun. Ali mampu meyakinkan imam desa dengan membuat ancaman untuk memberitahu seisi desa tentang masa lalunya sebagai seorang narapidana.

Ali memfitnah istrinya melakukan zina dengan seorang duda  bernama Hashem, dimana kepada Hashem soraya bekerja.  Hashem mengiyakan tuduhan karena merasa terancam dan memikirkan keselamatan anaknya. Seluruh warga termakan dengan hasutan Ali.  Setelah berunding dengan petinggi kota akhirnya soraya dijatuhi hukum rajam. Soraya dikubur  setengah badan dengan tangan diikat kebelakang dan orang-orang melemparinya dengan batu. Akhirnya soraya yang malang tewas dan mayatnya dibuang di pinggir sungai agar dimakan binatang buas dan burung bangkai.

 Zahra yakin dengan menceritakannya, semua dunia akan tau tentang apa yang telah terjadi di desa itu dan yang  telah menimpa Soraya, kejadian itu akan menjadi contoh untuk  semua Negara. Di akhir film, sang jurnalis berhasil merekam semua perkataan Zahra dan kemudian menuliskanya menjadi sebuah buku dengan judul The Stoning of Soraya.

Satu hal yang kurang saya sukai dari film ini adalah penggambaran Islam yang hanya dari satu sudut pandang dan kurang mendetail dan penonjolan citra Islam yang keras dengan menghukum wanita sampai tewas. Sekali lagi hanya dengan satu sudut pandang saja tidak bisa dijadikan penilain mutlak atas suatu hal.

Tapi disisi lain film ini menyentuh hati saya. Seorang perempuan yang tidak memiliki hak dan suara untuk membela dirinya. Betapa fitnah bisa menghancurkan hidup seseorang. Hal lain lagi yang menarik dari film ini tugas seorang jurnalis yang harus menegakan kebenaran dengan jalannya.



Pengulas :Nur Hanifah mahasiswa Komunikasi penyiaran Islam (KPI) semester 6. IAIN Purwokerto.
Share:

0 comments:

Post a Comment

TERPOPULER