Oktober 2018


UKK PRAMUKA GELAR GELADI PRAMUKA PENEGAK KREATIF 2018



Purwokerto,(27/10) Unit kegiatan Khusus (UKK) Pramuka menggelar upacara Geladi Pramuka penegak Kreatif  (GEMPAR) 2018 dalam kompetisi pramuka penegak (SMA) Se- Jawa Tengah yang diikuti oleh 20 kontingen dengan jumlah 320 peserta. Acara pembukaan berlangsung di depan halaman gedung Rektoraat di IAIN Purwokerto.

Acara tersebut resmi dibuka pada Jum’at, (26/10) ditandai dengan pelepasan balon yang bertuliskan GEMPAR 2018 oleh Lutfi Hamidi  selaku Rektor IAIN Purwokerto yang menjadi pembina upacara. Lutfi Hamidi sangat mengapresiasi atas terselenggararanya acara ini. “Diadakannya acara ini sangatlah bagus, terutama bagi pramuka untuk mengembangkan mental. Selain itu, untuk menjadi orang sukses juga harus memiliki kecerdasan dan keprcayaan diri. Tapi untuk menjadi orang yang bisa survive atau orang yang bisa bertahan itu, kecerdasan saja tidak cukup karena lebih dominan pada karakter dan mental yang dimiliki oleh orang tersebut”, ujar Lutfi Hamidi. 

Acara Gempar sendiri sudah pernah diadakan di tahun 2016. “Untuk acara Gempar yang kedua ditahun 2018 ini membawakan konsep yang berbeda dari tahun sebelumya pada 2016. Dengan menggunakan konsep etno atau budaya supaya lebih meriah dan mampu mengenalkan budaya-budaya Indonesia” ujar Hana Nur Malasari selaku Reka Racana IAIN Purwokerto.

Dalam acara Gempar tahun ini, melibatkan 320 peserta dari 20 kontingen di wilayah Jawa Tengah, terkhusus untuk lembaga-lembaga yang beryayasan islam diantaranya  MAN 3 BANYUMAS, SMA MA’ARIF NU 01 Kemranjen, SMA MA’ARIF Kroya, MAN 1 Tegal, MA MA’ARIF NU 01 Kemranjen, SMK AL HUDA Bumiayu, MA AL HIKMAH 1, SMK MA’ARIF Karangreja, MA AL AZHARI Ajibarang, MA MA’ARIF Cilongok, SMK MA’ARIF NU 01 Ajibarang, MA AL FATTAH Banjarnegara, MAN Purbalingga, MA MINTOL, MA DARUNNAJAT, SMK MA’ARIF NU Karanglewas, SMK MAARIF NU 01 Paguyangan, SMA AL KAUTSAR Purwokerto, SMK MA’ARIF NU 02 Ajibarang, SMK MA’ARIF NU 02 Paguyangan.

Lokasi lomba berada didua tempat yaitu, pertama di kampus IAIN Purwokerto dan yang kedua di lapangan Purwanegara. Dengan berbagai macam cabang perlombaan yaitu, lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB), fariasi pioneering, film dokumenter, pentas seni, giat wisata, etno karnival, giat umum dan beberapa lomba lainnya.

Menurut Hana diadakannya lomba untuk pramuka penegak sendiri bertujuan untuk  mempersatukan Pramuka penegak sejawa tengah serta mempererat tali silaturahim, selain itu kegiatan ini dapat mengembangkan kreatifitas pramuka dan juga sebagai ajang  untuk mengenalkan  IAIN Purwokerto dikalangan pelajar SMA/MA sederajad. Untuk tahun berikutnya panitia menargetkan penambahan jumlah peserta dengan memperbanyak jenis perlombaan. Diharapkan dengan menambah jenis perlombaan dapat meningkatkan serta mengasah kreativitas para peserta.


Reporter : Atin, Pipit
Editor : Retno Asih


MENGURANGI PENGANGGURAN DI DESA DENGAN SMARTPHONE

sumber foto: www.antarafoto.com
Dalam kehidupan diera modern manusia selalu dihubungkan dengan teknologi yang semakin berkembang. Itu semua tidak akan terelakkan, pasalnya teknologi saat ini selalu berdampingan erat dengan kehidupan masyarakat. Lalu apa yang dimaksud dengan teknologi itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) teknologi merupakan metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis, ilmu pengetahuan terapan, keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Jadi dapat dikatakan teknologi merupakan suatu alat yang dapat menunjang atau mempermudah kehidupan manusia. Misalnya saja teknologi informasi yang berguna untuk memberikan informasi dengan mudah seperti televisi, radio, tablet, notebook, komputer, laptop, dan lain sebagainya.

Kemajuan teknologi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Pasalnya teknologi mempermudah kehidupan masyarakat.  Dengan adanya teknologi segala urusan masyarakat akan lebih dimudahkan. Berbagai informasi di belahan dunia kini sudah dapat diakses dengan mudah. Ketika ada kejadian pengeboman di Palestina kita bisa langsung mengetahuinya, walaupun kondisi fisik kita sedang berada di Indonesia. Jika ada pepatah yang mengatakan “hidup tak selebar daun kelor”  memang benar. Tapi realitanya kehidupan yang sekarang adalah hidup selebar daun kelor. Maksudnya adalah informasi apapun sangat cepat kita dapatkan dengan akses yang mudah tanpa biaya mahal.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (IPTEK) terus berkembang dari tahun ke tahun. Di Indonesia sendiri ilmu teknologi sudah ada dari masa penjajahan. Para kolonial Belanda mengenalkan teknologi ke masyarakat Indonesia. Mulai dari teknologi transportasi dan alat-alat tempur lainnya yang dibawa dari Eropa. Beberapa  masyarakat diberi kesempatan untuk mempelajarinya.
Seiring berkembangnya zaman teknologi informasi di Indonesia semakin berkembang, mulai dari penggunaan handphone yang hanya dapat digunakan untuk handphone dan mengirim pesan, sampai smart phone yang dapat mengakses internet. Smartphone dulunya hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu saja, namun saat ini smartphone dapat diakses oleh semua kalangan. Baik itu penduduk kota maupun penduduk desa. Di desa ketika orang menggunakan android atau smartphone sudah bukan suatu hal yang asing lagi. Itu sudah menjadi tren, bahkan kebutuhan bagi masyarakat.

Adanya teknologi informasi yang semakin mudah untuk diakses menimbulkan polemik tersendiri bagi masyarakat. Kemudahan mengakses sumber informasi dari internet menimbulkan berbagai dampak, baik positif maupun negatif dikalangan masyarakat. Kemudian apa saja dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya teknologi informasi ini?
Banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan, tapi yang paling rawan terkena dampak negatif penggunaan smart phone adalah para remaja, pasalnya merekalah yang lebih banyak berinteraksi dengan berbagai teknologi, baik itu Televisi, Radio, dan terutama Handphone. Handphone yang sudah terhubung dengan internet membuat para penggunanya dengan leluarsa mengakses segala macam berita. Fenomena yang terjadi disekitar masyarakat adalah maraknya situs porno yang dengan mudah diakses. Walaupun kementian teknologi dan informasi sudah memblokir 983.000 situs porno, tetapi gambar-gambar yang kurang pantas masih sering dapat diakses dibeberapa situs.

Tidak hanya itu dampak negatif yang muncul karena adanya teknologi informasi, pergaulan bebas yang dilakukan oleh remaja kian marak terjadi. Itu semua berawal dari komunikasi yang dilakukan antar lawan jenis melalui handphone. Yang mengakibatkan mereka memiliki gejolak asmara hingga terjadilah pertemuan antar keduanya sampai mereka melakukan hubungan seks. Seperti yang diakui pelajar SMK (YN) asal Tegal. Jadi orang tua yang memiliki anak baik itu remaja maupun anak-anak sebaiknya mengawasi tindakan anak saat bermain seluler. Seperti melihat histori dari seluler, sehingga dapat terlihat situs apa sajakah yang telah dibuka. Dan apabila diketahui anak membuka situs-situs terlarang alangkah baiknya jangan langsung memarahi atau membentak anak. Sebaiknya diskusikan dalam keadaan tenang. Tanyakan pada anak mengapa membuka situs-situs terlarang itu, kemudian berikan arahan-arahan dan nasehat yang kiranya dapat diterima oleh sang anak.

Tidak hanya dampak negatif saja, dengan adanya smartphone atau android justu memiliki dampak positif yang lebih banyak jika kita mampu memanfaatkannya dengan bijaksana. Selain mempermudah komunikasi dan informasi menjadi lebih cepat dengan adanya smartphone kita dapat memanfaatkannya untuk membuka usaha jual beli  online. Diera digital justru minat pembeli lebih banyak di dunia onlie. Tidak hanya berbisnis, dengan adanya bisnis online ini juga dapat mengurai pengangguran di sebuah desa. Lalu bagaimana caranya?

Seorang pemuda desa bernama Novi Bayu Darmawan asal desa Tapanuli kecamatan Karangmoncol kabupaten Purbalingga tepatnya di kaki gunung Slamet. Telah memberdayakan 461 orang di desanya dengan mendirikan kampung marketer. Apa itu kampung marketer?

Jadi kampung marketer merupakan suatu bisnis online yang dirintis oleh Nofi. Nofi menjalin kerjasama dengan para pebisnis onlie yang membutuhkan jasa Customer Servis (CS) di toko onlinenya. Karena keunggulan bisnis online, teknologi marketing bisa dikerjakan dimanapun termasuk di desa oleh pemuda desa, selama ada jaringan internet.
sumber foto: detik.com
Kemudian siapa yang menjadi CS itu? tentunya para pemuda desa yang rata-rata belum memiliki pekerjaan. Atau bisa jadi pemuda yang masih memiliki penghasilan minim. Nofi memberdayakan para pemuda desa dengan cara menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah dilatih sehingga dapat diserap sebagai karyawan Customer Servis (CS). Para CS ini melayani calon pembeli bukan fokus pada mengiklankan produk di Facebook, Instagram, atau media sosial lainnya. penghasilan CS yang dihire  bersifat dedicated  artinya tidak merangkap untuk partners lain.
Para CS ini bekerja selama delapan jam kerja untuk mempromosikan barang partner yang bekerja sama dengan Kampung Marketer. Jika CS masih ingin mendapat tambahan atau bonus mereka dapat melanjutkan pekerjaannya dirumah. Gaji pokok yang didapatkan para CS langsung ditransfer oleh partner minimal satu juta dan maksimal empat juta tergantung kinerja CS. 

Respon dari warga sekitar cukup bagus. Banyak pemuda desa yang menginginkan menjadi bagian dari kampung marketer. Sedangkan Untuk mengakomodir permintaan SDM CS bisnis online tersebut, akhirnya Nofi  membuat website sebagai sarana penawaran resmi yang menjelaskan tentang bisnisnya. Kini, setidaknya Nofi sudah mempunyai enam kantor yang didirikan di dua desa dengan karyawan hampir 500an orang. Para karyawan tersebut merupakan SDM di bidang CS bisnis online, iklan, content writer, serta leader CS yang direkrut dari pemuda-pemudi di delapan desa disekitar desa Tunjungmuli. Dalam lima bulan, jumlah partner yang bekerjasama dengan Kampung Marketer sebanyak 62 partner bisnis mulai dari pemilik brand, reseller hingga dropshipper.

Kesimpulannya adalah teknologi informasi seperti Handphone apabila digunakan dengan bijak akan memberikan dampak positif. Selain mempermudah akses informasi, handphone juga dapat menghasilkan uang serta dapat memberdayakan masyarakat desa. Dampak sosial yang signifikan dari adanya handphone sangat dirasakan Nofi. Selain penghasilan bertambah, ia juga dapat mengurangi pengangguran di Desanya dengan bisnis online yang hanya bermodalkan Handphone.


Oleh : Retno Asih


TUJUH TOKOH INSPIRATIF MENJADI SOROTAN DI MATA MAHASISWA IAIN PURWOKERTO

Purwokerto- (21/10) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Purwokerto menggelar acara Mata Mahasiswa. Acara berlangsung di Auditorium utama IAIN Purwokerto yang dihadiri tujuh narasumber inspiratif salah satunya Tasya Kamila artis asal ibukota.

Mata Mahasiswa tahun ini mengusung tema Be the next young inovator. “kita mengambil tema itu karena mayoritas jumlah peserta semuanya muda, mahasiswa dan mereka semua masih mempunyai banyak kesempatan untuk menjadi inspirator selanjutnya”, ujar Ahmad Farid selaku ketua panitia Mata Mahasiwa.



Acara ini merupakan agenda tahunan DEMA IAIN Purwokerto. Untuk kepanitiaan sediri direkrut dari seluruh elemen mahasiswa IAIN Purwokerto. Mata Mahasiswa merupakan agenda besar untuk itu Persiapan yang dilakukan panitia sejak tiga bulan sebelum pelaksanaan.

Ada tujuh narasumber yang dihadirkan panitia,  enam orang dari local teller dan satu guess star dari Ibukota. Untuk enam narasumber lokal sendiri ada Rifki Ismar, Irna Anggun, Bekti Nugraheni, Habib Haedar, Alan Asprila dan Cak Syukri. Sedangkan untuk bintang tamu sendiri ada Tasya kamila artis asal Ibukota.


Irna Anggun Fatikhah, merupakan mahasiswa Universitas Indonesia semester tujuh yang aktif diberbagai organisasi namun ia mempunyai prestasi yang luar biasa. Diusianya yang masih 21 tahun ia sudah menjadi trainer di berbagai organisasi. Habib Haedar Allwi Asyegaf, asal Purwokerto ia merupakan pendakwah sekaligus entrepreneur yang sudah memiliki toko distro, caffe, dan Ayam Bekakak. Omset dalam satu bulan mencapai jutaan rupiah. Bekti Nugraheni, diusianya yang masih 21 tahun ia sudah menjadi foundr miniatur kereta api yang sudah memiliki management sendiri. Bekti masih menjalani pendidikan di Universitas Sebelas Maret jurusan keselamatan dan kesehatan kerja di fakultas kedoteran. Cak Syukri, merupakan seorang entrepreneur yang bekerja di telkomsel. Dimana telkomsel sendiri menjadi sponsorship terbesar di  acara Mata Mahasiswa. Rifki Ismar,  mahasiswa lulusan IAIN Purwokerto yang sukses menjalani program KKN dan PPL  di Thailan. Yang sekarang tengah menjalani S2 dan juga menjalani bisnis di bidang properti.




Dengan mendatangkan  narasumber yang  menginspirasi cukup menarik banyak peserta.“Untuk peserta Mata Mahasiswa sudah tembus sampai angka 800 orang”, ujar Farid saat diwawancarai. Padahal untuk tiket masuk sendiri dipatok tarif sebesar 150 ribu. Namun para peserta tidak merasa terbebani.”menurut saya tarif 150 Ribu itu tidak memberatkan, soalnya pematerinya itu bagus-bagus dan juga ada dari kalangan artis, kalau tahun kemarin kan tidak ada”, Ujar Zakia  mahasiswa semester tujuh.

Para peserta sendiri sangat antusias dan merasa mendapatkan motifasi baru setelah mengikuti rangkaian acara Mata Mahasiswa. “Banyak sekali motifasi yang saya dapatkan, saya ini kan orangnya kurang percaya diri yah, tapi tadikan dapat motifasi dari Tasya, kalau percaya diri itu dimulai dari diri sendiri jadi ngga usah takut kalo kita mau melanjutkan pendidikan keluar negri walaupun kita dari desa”, ujar Afi Afia mahasiswa semester satu. Hal yang serupa disampaikan Zakia yang mengaku mendapat motivasi baru setelah mengikuti rangkaian acara Mata Mahasiswa  “saya dapat motivasi baru setelah mengikuti acara ini. Karena saya kan orang yang introvet jadi saya pengen jadi seperti mas Cahyo, mba Tasya dan seperti narasumber lainya bisa sukses diusia muda dengan berwirausaha”, Tambahnya.

Panitia sendiri berharap dengan diadakanya acara ini dapat mengubah pola pikir peserta . Karena dari panitia sudah mendatangkan narasumber yang menginspiratif baik dari bidang pindidikan maupun entrepreneur . peserta dapat mengenali Passion masing-masing.  Setelah keluar dari ruangan peserta setidaknya memiliki resolusi atau tujuan baru yang harus dikejar demi masa depan yang lebih baik.

Oleh : Retno Asih



Pembukaan Econimic Competition 
Foto : HMJ Ekonomi Syariah

Purwokerto – HMJ Ekonomi Syariah IAIN Purwokerto gelar program “ Economic Competition” tahun 2018. Acara ini dilaksanakan mulai hari Kamis, 18 Agustus kemarin hingga Sabtu, tanggal 20 Agustus 2018. Peserta event Economic Competition ini merupakan mahasiswa Ekonomi Syariah dari semester 1 sampai semester 5.

Tahun ini merupakan tahun kedua dilaksanakannya program Economic Competition yang diadakan oleh HMJ Ekonomi Syariah. Tujuan diselenggarakannya program Economic Competition tahun 2018 salah satunya untuk menjaring dan menemukan bibit-bibit mahasiswa berprestasi agar bisa berkompetisi di ranah Nasional. Dan sebagai salah satu wujud dari mahasiswa untuk membantu proses akreditasi fakultas Ekonomi Syariah. “Membantu proses akreditasi fakultas dengan menstimulus mahasiswa-mahasiswa untuk berprestasi dan sebagai wujud stimultan mahasiswa agar mereka memiliki gairah untuk berkompetisi” ujar Yudha Pratama Ketua HMJ Ekonomi Syariah ketika ditemui disela-sela acara.

Keberhasilan program Economic Competition pada tahun sebelumnya, memberikan peningkatan yang signifikan di tahun ini. Sehingga menimbulkan banyak perbedaan dari format dari sebelumnya, dimana pada tahun 2017 tidak ada kompetisi futsal untuk putra dan putri, namun pada tahun ini ditambahkan kompetisi futsal putra dan putri. Kompetisi futsal diselenggarakan selama 3 hari berturut-turut di lapangan futsal IAIN Purwokerto. Pada hari pertama dilakukan dengan bapak penyisihan, dihari kedua merupakan bapak perempat final dan dihari terakhir adalah bapak final penentuan juara putra dan putri. Tercatat ada sekitar 18 tim putri yang mengikuti lomba futsal pada babak penyilihan.


Lomba Futsal Putri Tanggal 18 OOktober 2018
Foto : Riza

Selain kompetisi futsal,  ada banyak rangkaian acara yang diselenggarakan dalam Economic Competition diantaranya lomba Essai, lomba Desain, Lomba Cerdas Cermat. Program-program yang sedang dilaksanakan ini merupakan progam lanjutan dari program-program sebelumnya yang sudah terlaksana. Contonhya seperti lomba Essai yang merupakana kelanjutan dari program Diskusi dan Kajian Ekonomian, lomba Desain juga kelanjutan dari program pelatihan desain yang sudah diselenggarakan sebelumnya. Lomba Cerdas Cermat juga dijadikan sebagai persiapan untuk menghadapi perlombaan di tingkat nasional yang diselenggarakan di bulan November.

Puncak acara dari Economy Competion dilaksanakan pada hari Sabtu malam minggu di basement Fakultas Ekonomi Syariah dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Puncak acara sekaligus penutupan Economy Competisi ini dijadikan sebagai ajang kreasi seni bagi mahasiswa Ekonomi Syariah. Terdapat panggung budaya yang menampilkan pertunjukan-pertunjukan seperti musik, musikalisasi puisi, tarian, drama dan juga bintang tamu dari Fakultas lain. Selain panggung kreasi, rangkaian acara yang akan diselnggarakan juga salah satunya pembagian tropi dan penghargaan bagi mahasiswa-mahasiswa yag berprestasi di ajang Economic  Competitiion tahun 2018.

Antuias dari mahasiswa sangat besar, dilihat dari para suporter yang hadir untuk menyorakkan semangat bagi tim regu futsal putri. Berbagai antribut dibawa oleh para suporter yang hadir di luar lapangan futsal IAIN Purwokerto. 

Ketua HMJ Ekonomi Syariah Yudha Pratama berharap dengan adanya Economic Competition tahun ini, semoga bisa melahirkan prestasi-prestasi yang membanggakan dan para juara dalam kompetisi bisa mampu bersaing di kompetisi-kompetisi nasional. 



Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.