Kancah Pemikiran Konstruktif

Tuesday, December 24, 2019

HASIL REKAPITULASI PENGHITUNGAN SUARA UNTUK PARPOLMA



Proses Penghitungan Suara

Purwokerto (23/12)_ Bertempatan di Auditorium Panitia Pemilihan Mahasiswa (PPM) menggelar penghitungan suara. Meski sempat molor pada mulainya Penghitungan suara yang dilakukan oleh PPM namun penghitungan suara tetap terlaksana meski sampai 01.40 WIB.
Rekap hasil perolehan suara partai politik mahasiswa (PARPOLMA) dari setiap Fakultas. Nantinya akan menentukan jumlah kursi Senat Fakultas yang didapat dari masing-masing PARPOLMA.
Berikut hasil rekapitulasi perolehan suara yang di ambil dari setiap Fakultas:

1.         Fakultas Usuludin Adab dan Humaniora (FUAH)
           JALUR 30 suara dan 3kursi Senat
           Bom 10 suara dan 1 kursi Senat
           PD2B 100 suara dan 9 kursi Senat
           PAKEM 6 suara dan 1 kursi Senat
           PAM 5 suara dan 0 kursi Senat

2.         Fakultas Syari’ah
           JALUR 32 suara dan 1 kursi Senat
           BOM 33 suara dan 1 kursi Senat
           PD2B 6 suara dan 0 kursi  Senat
           PAKEM 233 suarra dan 11 kursi Senat
           PAM 15 suara dan 1 kursi Senat

3.         Fakultas Ekonomi dan  bisnis Islam (FEBI)
           JALUR 67 suara dan 77 kursi Senat
           BOM 77 suara dan 3 kursi Senat
           PD2B 12 suara dan  0 kursi Senat
           PAKEM 270 suara dan 9 kursi Senat
           PAM 10 suara dan 0 kursi Senat

4.         Fakultas Dakwah
           JALUR 38 suara dan 2 kursi Senat
           BOM 22 suara 1 kursi Senat
           PD2B 12 suara dan 1 kursi Senat
           PAKEM 135 suara dan 9 kursi Senat
           PAM 15 suara dan 1 kursi Senat

5.         Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan (FTIK)
           JALUR 111 suara dan 2 kursi Senat
           BOM 73 suara dan 2 kursi Senat
           PD2B 393 suara dan 9 kursi Senat
           PAKEM 19 suara dan 0 kursi Senat
           PAM 45 suara dab 1 kursi Senat

Sedangkan perolehan suara untuk masing-masing partai setelah di total dari setiap Fakultas adalah sebagai berikut. Hasil perolehan suara ini nantinya akan menentukan jumlah kursi yang didapatkan masing-masing partai untuk menduduki Senat Institut.
           JALUR 278 suara dan 2 kursi Senat
           BOM 215 suara dan 2 Kursi Senat
           PD2B 523 suara dan 4 kursi Senat
           PAKEM 663 suara dan 6 kursi Senat
           PAM 90 suara dan 1 kursi senat


Sesuai dari rekapan hasil data diatas PAKEM menduduki peringkat tertinggi  sedangkan PAM yang merupakan partai baru menduduki peringkat terendah dari hasil perolehan suara.
Menurut Fajar dirinya tidak menyangka akan mendapat perolehan suara terbanyak di senat ini. Karena PD2B lah yang selalu unggul. Namun dari pihaknya akan lebih berkontribusi disemua lini. "Dari visi yang sesuai dengan partai PAKEM. Untuk lebih bisa berkontribusi disemua lini. Untuk di senat-I kami akan lebih fokus pada evaluasi undang-undang yang banyak menimbulkan lika-liku. Undang-undang akan direvisi barang kali bisa lebih diperjelas lagi." Ujar Fajar juru bicara PAKEM.
Sedangkan dari partai baru yang memperoleh suara terendah pada pemiluwa kali ini merasa bangga akan pencapaian awal ini. "Ya saya sebagai partai baru cukup bangga dengan capaian-capaian yang dikatakan sedikit ini, karena kami partai baru. Adanya perolehan segitu cukup memuaskan menurut kami karena jujur kami tidak ada persiapan secara benar-benar dalam mengikuti pemiluwa tahun ini. Niat saya tahun ini hanya mengesahkan saja namun ketika pendaftaran kita lolos. berarti sudah menjadi tanggung jawab dan resiko saya dalam melanjutkan untuk kedepannya seperti apa termasuk dalam hal kampanye dan menarik masa untuk bisa mencoblos PAM itu sendiri." Ujar Zitni selaku ketua partai Aliansin Mahasiswa. Meski memperoleh suara terrendah dari pihaknya tetap siap untuk berkontribusi di pemiluwa mendatang.

Reporter : Fia & Rojah
Editor : Rere

Share:

Monday, December 23, 2019

LIBUR KULIAH, PPM TETAP GELAR PENCOBLOSAN

Proses pencoblosan Parpolma


Serangkaian kegiatan Pemilihan Umum Mahasiswa (pemiluwa) tahun 2019 sudah hampir semuanya terlaksana, mulai dari pendaftaran hingga masa kampanye sudah dilaksankan dengan masing-masing partai maupun kandidat telah berkontestasi menggunakan argumentasinya untuk menarik perhatian para mahasiswa yang memiliki hak suara. Senin (23/12) telah dilaksanakan pencoblosan  untuk lembaga eksekutif sekaligus partai politik mahasiswa (parpolma) bertempat di Auditorium IAIN Purwokerto mulai pukul 08.00-17.00 WIB.
Dengan sistem yang monoton dari tahun ke tahun, yakni one man one vote untuk memilih legislatif atau parpolma dan untuk Ketua dan Wakil Ketua lembaga kemahasiswan  diataranya HMPS, HMJ, DEMA Fakultas dan DEMA Institut menggunakan sistem demokrasi perwakilan.
Partai politik mahasiswa  (parpolma) merupakan instrumen yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi , karena parpolma konon katanya sebagai manifestasi dari kebebasan mahasiswa untuk membentuk kelompok sesuai dengan kepentingannya agar bisa menjalankan fungsi parpolma sebaga sarana komunikasi, sosialisasi, rekrutmen, artikulasi, dan agregrasi. Parpolma yang berhasil mencaai tahap pemungutan suara diantaranya PAM, PAKEM, PD2B, JALUR dan BOM ini tentu saja sudah menggemborkan jargon-jargon demokrasi dari awal proses pemilwa.
Dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT)  untuk parpolma kurang lebih 4000 mahasiswa dan kurang lebih sekitar 200 kelas yang terdaftar. “Total semua ada 200 kelas,total mahasiswa yang terdaftar sebagai pemilih tetap sekitar 4000an. Kertas suara juga untuk parpolma sesuai dengan jumlah DPT sekitar 4000an, dari semester 1-7 ” ujar Ulil selakusalah satu panitia Pemilihan Mahasiswa (PPM).
Tidak melulu tentang parpolma, nasib 22 calon tunggal melawan kotak kosong masih belum diketahui hingga pencoblosan berlangsung. Keputusan terkait hasil kotak kosong yang menang, atau seimbang dengan calon tunggal, masih menggantung karena pada dasarnya belum ada Undang-Undang yang mengatur akan hal tersebut. “Tiidak ada UU yang mengatur. UU memang masih sangat universal, misal kotak kosong menang  berati konsekuensinya ya kosong, ya intinya nanti baru mau dirapatkan kembali sama senat, sore ini udah final sebelum perhitungan suara, Masih banyak pertimbangan dan belum fiks, tunggu aja kabarnya masih ada pertimbangan entah itu dibekukan ataupun yang lain. Soalnya kita masih bimbang atau mungkin nanti dari senat ada masukan ya kita tampung.  Tapi kalau untuk pemilihan ulang sudah tidak memungkinkan karena sudah mulai liburan. Jadi belum fiks” ujar ketua PPM 2019, Wildan.
Beberapa mahasiwapun resah dengan kabar terkait keputusan kotak kosong bahwa ketika HMJ, HMPS, DEMA Fakultas, DEMA Institut dimenangkan oleh kotak kosong maka dalam 1 periode itu tidak ada kepemimpinan dan  PPM tidak akan bertanggung jawab apabila pemilihan kali ini dimenangkan oleh Kotak kosong “ Saya dengar bahwa jika kotak kosong menang  PPM tidak mau bertanggungjawab, kalau misal kepemimpinannya kosong kan yang bakal menjadi olok-olokan PPM itu sendiri dan bahwa kejelasan PPM dalam mengurus pemiluwa itu dipertanyakan, dan seharusnya mahasiswa berhak tahu terkait aturan bagaimana nantinya ketika kotak kosong menang maupun seimbang. Dan aturan mengenai apabila kotak kosong menang harusnya diberitahukan sebelum pelaksanaan pemiluwa.” ujar Syarif Hidayat mahasiswa 5 KPI C.

Hal tersebut kemudian diklarifikasi oleh pihak PPM bahwa masih banyak pertimbangan ketika mengambil keputusan terkait hasil perhitungan suara, seperti dikatakan Wildan salah satu pertimbanganny karena libur telah tiba. “Terkait kotak kosong atau dilihat situasinya, kemarin sudah dirapatkan , karena kita banyak pertimbangan diantaranya  sudah liburan, nggak mungkin ketika kotak kosong menang akan diadakan pemilihan ulang, berati ketika kotak kosong menang ya beku, dibekukan. Artinya memang adanya kekosongan pemimpin dalam 1 periode. Nanti kita bicarakan dengan senat. Keputusan rapat kemarin memang  seperti itu, tdak bertanggungjawab ketika kotak  menang, artinya disitu ada kekosongan pemimpin,  Cuma ya jika dipertimbangkan lagi kita perlu dibicarakan lagi, dengan senat, gitu aja. Artinya juga mereka yang memilih dengan sadar, dengan sadar ya, jelas, mengapa harus memilih kotak kosong, padahal dari yang mendaftar hanya  satu calon. Kan itu menjadi konsekuensi mereka yang memilih. Tapi ini kan masih pertimbangan lagi. Entah itu mungkin diuji materi, bahwasanya ini layak menjadi pemimpin ataupun yang lain” Ujar Wildan
Pemiluwa tahun 2019 dinilai teburu-buru dengan timeline yang begitu padat. Akibatnya salah satu mahasiswa merasa kurangnya sosialisasi dari pihak PPM
“Kurang sosialisasi, jadi aku sebagai mahasiswa awam jadi kurang greget loh untuk ikut berpartisispasi  didalam demokrasi kampus. Ini aja kalau tidak disuruh sama kosma saya, saya juga males tuk milih. Sedangkan pemiluwa kemarin lebih bagus, lebih positif kemarin, sekarang juga banyak kotak kosong yang maju dari bendera semua kebanyakan” Ujar Nayla Sa’adah  mahasiswi 5 KPI C

Reporter: Ulil awaliyah, Aulia Insan


Share:

Wednesday, December 18, 2019

LIMA PARPOLMA LAKUKAN KAMPANYE UNTUK SUARAKAN DUKUNGAN MAHASISWA

kampanye partai BOM

Purwokerto (17/12)_ Lima Partai Politik (PARPOL) telah selesai melaksanakan kampanye. Kampanye dijadwalkan dua hari yaitu tanggal 16-17 Desember 2019. Meski sempat mendapati  beberapa kendala seperti molornya partai JALUR  yang dijadwalkan pertama dalam kampanye hingga hujan yang mengguyur partai PD2B saat berkampanye, namun kampanye berjalan lancar sesuai  jadwal yang di tetapkan Panitia Pemilihan Mahasiswa (PPM).
Kampanye tahun ini bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) meski berpotensi mengganggu ketenangan Mahasiswa dalam melaksanakan UAS, tapi  menurut pihak PPM  itu bukan masalah karena memang jadwal kampanye tahun ini sudah sesuai  timeline. “Timeline ini ya menurut PPM, SEMA, dan diserahkan ke Warek III ya udah termasuk keputusan yang bijak. ngga masalah mengganggu UAS, dan kita juga sudah ngasih surat edaran ke masing-masing Fakultas bahwa untuk bulan Desember ini akan diadakan pemilwa”, Ujar  Wildan selaku ketua PPM
Ada lima Partai Politik Mahasiswa (PARPOLMA) yang berhasil lolos tahun ini diantaranya Partai Jalan Lurus (JALUR),  Bintang Orbit Mahasiswa (BOM),  Partai Daulah Demokrasi Bergerak (PD2B),  Partai Kebangkitan Mahasiswa (PAKEM), dan Partai Aliansi Mahasiswa (PAM).

Kampanye partai PAM

 PAM merupakan partai baru yang mengikuti Pemilwa  kali ini. Dari keterangan yang diberikan kepada jurnalis LPM OBSESI, sebagai partai baru PAM menggunakan strategi dalam mencari dukungan yaitu dengan mengajak mahasiswa dari Fakultas ke Fakultas lain, membuat pamflet kemudian disebarkan, dan juga para anggotanya mensosialisasikan kepada teman-teman dekat mereka. Untuk kelanjutan kedepan yaitu mempersiapkan kader-kader agar pada pemiluwa selanjutnya dapat melandingkan calon calonnya di Eksekutif.

Kampanye partai JALUR

 Berbagai macam jawaban dilontarkan ketika beberapa partai ditanya mengenai hal apa yang akan dilakukan jika memenangkan Pemilwa tahun ini. Seperti Iqrar ketua partai JALUR yang akan mengubah sistem Pemilwa jika partainya menang dalam pemilwa tahun ini “ jika kita memperoleh suara terbanyak yang akan kita lakukan adalah melendingkan  kader-kader terbaik kita sehingga kita dapat mengubah dan menyempurnakan sistem demokrasi yang ada di IAIN Purwokerto. Mengubah sestem pemilihan dari sistem demokrasi pewakilan menjadi sistem one man one vote  sehingga setiap orang bisa memilih karena suara itu adalah hak semua Mahasiswa,” Ujarnya.
Lain halnya dengan partai Aliansi mahasiswa (PAM) yang akan mengubah undang-undang yang dirasa masih multitafsir “jika kita lolos ya tari, menyuarakan aspirasi dari mahasiswa, sebagai contoh dengan maju ke semua, kita bisa memperbaiki undang undang yang dirasa masih multitafsir, belum spesifik, karena kemarin saat kita akan membuat partai terkait prosedur dan tatacara nya. Sehingga nantinya jika kita dapat kursi disana kita bisa untuk mengubah” ujar Zidni selaku ketua umum PAM.

Kampanye partai PAKEM

Dari PAKEM sendiri mengatakan akan lebih mengawasi kader-kadernya yang menduduki kursi eksekutif “Kalau saya sendiiri ingin mengawasi kader-kader kami yang telah lending di esekutif maupun legislative dengan cara berkumpul 3 bulan sekali dimana kami akan menanyakan tentang perkembangkan mereka atau persisnya kita melakuan evaluasi, namun itu baru  rencana saya pribaadi belumm saya sampaikan kepada teman-teman yang lain.” Ujar Fahmi selaku ketua partai Pakem.
Ada juga partai lama yang tidak dapat mengikuti pemilwa kali ini yakni Partai Revolusi Mahasiswa (PAREMA). Ketidak ikut sertaan PAREMA dalam pemilwa tahun ini dikarenakan tidak  lolosnya partai dalam proses verifikasi.

Kampanye partai PD2B

Visi misi menjadi suatu hal yang wajib ada disetiap partai. Masing-masing partai membuat visi misinya sesuai tujuan yang akan dicapai guna memenangkan Pemilwa kali ini. Seperti PD2B yang memiliki visi menampung aspirasi mahasiswa IAIN Purwokerto. Untuk misinya, kita menampung atau mengembangkan peran Mahasiswa IAIN Purwokerto yang ikut bergabung dalam partai PD2B ini," ungkap Anjar selaku ketua partai PD2B yang kami wawancarai saat kampanye.

Berkurangnya masa dari masing-masing Parpolma sangat terlihat saat kampanye. Ini berbanding jauh dari Pemilwa sebelumnya dimana masa terlihat lebih banyak dari Pemilwa saat ini. Namun setelah dikonfirmasi sebagian besar menjawab kurangnya masa karena jadwal kampanye bertabrakan dengan jadwal UAS.



Share:

TERPOPULER