February 2020

Ngaji Filsafat : Islam,Gincu,dan Garam

     Obsesiana.com- Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Studi Islam Kemasyarakatan (UKM KSIK) mengadakan kegiatan Seminar Nasional "Ngaji Filsafat: Islam, Gincu, dan Garam" bertempat di Auditorium Utama IAIN Purwokerto, Sabtu (8/2). Seminar resmi dibuka oleh  pembina UKM KSIK Agus Sunaryo, M.S.I.

Kegiatan tersebut menghadirkan satu narasumber yakni Dosen Aqidah dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga sekaligus penulis buku "Sebelum Filsafat", Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag.,M.Ag. Dengan moderator yakni Dosen Fakultas Syariah IAIN Purwokerto, M. Wildan Humaidi, S.H.I., M.H.

Peserta seminar berasal dari berbagai kalangan baik Mahasiswa maupun Dosen. Selain itu, tidak hanya dari Purwokerto, namun ada beberapa peserta yang berasal dari Wonosobo.

Wakil Ketua umum UKM KSIK, Idha Dahlia Wati Siti Nurbaeti menuturkan bahwa tema Islam, Gincu,  dan Garam diangkat karena dianggap belum banyak yang mengetahui.

"Kenapa disini Islam, gincu, dan garam karena memang tema cinta itu sudah banyak sekali, dan orang kalau ditanya tau bapak Fachrudin faiz? Pasti taunya  ya tentang yang cinta. Nah tapi beda kalau Islam, gincu, dan garam belum banyak yang tahu. Kenapa di sini ingin Islam, gincu, dan garam karena pertama, memang disitukan dari pemikirannya Bung Hatta nah disitu juga dari arti kata Islam, gincu dan garam juga banyak perselisihan. Di sini sebagai mahasiswa bisa diartikan Islamnnya dan kita sebagai mahasiswa juga harus menjadi mahasiswa yang seperti garam yang terasa sebagaimana mahasiswa itu harus berguna bagi masyarakat kaya gitu kan, bisa mengubah dunia. Nah kita harus bisa menunjukkan seperti itu, jangan menjadi mahasiswa yang hanya sekedar mahasiswa." Ujarnya.
Adapun Ridwan, selaku ketua Umum UKM KSIK menambahkan mengenai isi dari pembahasan tema tersebut.
"untuk tadi pembahasannya tentang sama kaya tema cuma tadi lebih difokuskan pada Ilsamnya. Islam, gincu, dan garam pembahasannya tentang bagaimana seorang muslim itu menjadi seorang muslim yang berkualitas jadi tidak hanya seperti gincu kelihatan tetapi tidak berasa, tapi juga seperti garam yang terlihat tapi juga terasa, tapi dalam satu garis lurus dalam artian moderasi, tidak  menjadi garam yang berasa kemudian kok sampai asin rasanya, tidak juga sebagai gincu terlalu pekat warnanya. Hal itu  jadi mengajarkan bagaimana Islam moderat, seperti apa jadi tidak terlalu ke paham kekirian ataupun tidak terlalu ke paham ekstrem kanan, kita moderasi." Jelasnya.

Kemudian, Wildan selaku moderator juga turut mengutarakan tanggapannya mengenai seminar filsafat tersebut. Ia merasa senang dan berharap acara seperti ini akan terus ada di IAIN Purwokerto untuk kedepannya.
"Saya senang sekali yang pertama karena ini adalah hal baru, saya di IAIN itu jarang ada kegiatan-kegiatan begitu, yang saya tau pak Faiz itu konsen di bidang filsafat. Nah saya lihat IAIN itu tradisi filsafat masih kurang hidup, tradisi filsafat itu sebenarnya tradisi ilmiah bagaimana untuk menemukan kebenaran kalau tradisi filsafatnya tidak hidup maka kita susah untuk menemukan kebenaran. Itu pertama tanggapan saya, saya senang dan yang kedua perlu ditanggapi adalah kegiatan  seperti ini jangan  berhenti pada satu kegiatan  jadi perlu ada kegiatan-kegiatan lain terutama KSIK misalnya atau UKM lainnya yang harus juga bersamaan atau untuk menghidupkan komunitas-komunitas kajian atau  komunitas diskusi dan sebagainnya dan yang paling penting kita kan sedang proses bertransformasi ke UIN maka ini menjadi pemantik kajian ngaji  filsafat yang diadakan oleh KSIK, bisa menjadi pemantik proses bertranformasi kita ke UIN khususnya dibidang mahasiswa jadi buat mahasiswa kita lebih berfikir dalam dan terbuka terhadap sesuatu. Saya menganggapi kegiatan ini sangat positif. Itu tadi catatannya kita selalu berhenti pada selebrasi kegiatan, bisa melakukan kegiatan gede tapi selanjutnya tidak dilakukan lagi." Ujarnya.

Reporter : Khoerunisa Roja

Rangkaian Milad, Adiksi Adakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

Presentasi Karya Tulis 
Purwokerto- Asosiasi Mahasiswa Bidikmisi (ADIKSI) IAIN Purwokerto mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional di Gedung Rektorat lantai 4 IAIN Purwokerto, Jumat (7/2). Acara ini digelar dalam rangka milad ke-5 ADIKSI IAIN Purwokerto.
Adapun dewan juri pada lomba ini adalah Aris Nurrohman, S.H.I., M.Hum, Arif Hidayat, M.Hum, dan Dr. Elya Munfarida, M.Ag ketiganya merupakan Dosen di IAIN Purwokerto. Lomba ini bertemakan “Islam Moderat Dimata Peneliti Muda”. Syehabudin selaku ketua panitia menjelaskan, kegiatan ini memiliki fungsi untuk melatih para peneliti muda mengetahui sekaligus menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi saat ini.
“Tema ini kan islam moderat dimata peneliti muda, jadi bagaimana caranya agar para peneliti ataupun pemuda-pemuda kita jaman sekarang di era milenial  itu mampu mengetahui probematika sekaligus mengatasi problematika yang sedang terjadi saat ini,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa kegiatan ini juga merupakan upaya untuk memperkenalkan ADIKSI IAIN Purwokerto di ranah nasional.
Peserta lomba berasal dari sembilan kampus yang telah melalui beberapa tahap seleksi diantaranya: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN SUKA), Universitas Jendral Soedirman Purwokerto (UNSOED), Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP), STIE Putra Bangsa Kebumen, Universitas Mataram, Universitas Alaudin Makasar, IAIN Samarinda, UINU Jepara, dan IAIN Purwokerto.
Dalam proses seleksi terdapat beberapa tahap, pertama seleksi abstrak, tahap kedua seleksi full paper, dan tahap terakhir yaitu presentasi hasil karya full paper. Dan pada tahap akhir tersebut, diikuti oleh 15 tim dimana masing-masing tim terdiri dari dua anggota. Tahap ahkir ini menjadi penentu siapa yang akan menjadi juara nantinya.
Rektorat Lt. 4
Dari 15 tim yang megikuti tahap akhir, ditetapkan 6 tim sebagai juara. Juara 1 (Tim Fikri Mustofa IAIN Purwokerto), Juara 2 (Tim Dita Ayu Saputri (Universitas Mataram), Juara 3 (Tim Siti Nurlaeli STIE Putra Bangsa Kebumen), Harapan 1 (Tim Mad Yahya, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Harapan 2 (Tim Syafi’ah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakerta), Harapan 3 (Tim Ferdiansyah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

     Tidak hanya itu, adapun kategori best paper yang diambil sebanyak 5 tim diantaranya : tim Fikri Mustofa (IAIN Purwokerto), tim Dita Ayu Saputri (Universitas Mataram), tim Mad Yahya (UIN Sunan Kalijaga), tim Siti Nurlaeli (STIE Putra Bangsa Kebumen), tim Mirawati (UIN AlaudinMakasar).
Serta 4 tim mendapat penghargaan presentasi terbaik : tim FikriMustofa (IAIN Purwokerto), tim Dita Ayu Saputri (Universitas Mataram), tim Siti Nurlaeli (STIE Putra Bangsa Kebumen), tim Ferdiansyah (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).
Seluruh naskah karya tulis ilmiah dari ke15 tim tersebut, nantinya akan disalurkan ke jurnal mahasiswa Raushan Fikr IAIN Purwokerto. Namun, Syehabudin menjelaskan hal tersebut belum ada kepastian karena belum ada tindak lanjut baik dari panitia lomba ataupun dari pihak jurnal Raushan Fikr.
“Untuk naskah, kami sudah kerjasama dengan jurnal Raushan Fikr IAIN Purwokerto, namun sampai sekarang tindak lanjutnya belum ada, tapi nanti akan kami tanyakan lagi.” Pungkasnya.

Reporter : Iqbal & Bagus



Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Theme images by fpm. Powered by Blogger.