Kancah Pemikiran Konstruktif

Tuesday, October 13, 2020

Aksi Penegasan Tolak OMNIBUS LAW Aliansi Serikat Masyarakat Bergerak Banyumas

 

Titik IAIN Purwokerto

PURWOKERTO- Aliansi Serikat Masyarakat Bergerak Banyumas (SEMARAK) kembali gaungkan suara tolak UU Cipta Kerja di beberapa titik kota Purwokerto. Aksi kali ini di lakukan di 7 tempat yang sudah di tentukan yaitu didepan patung kuda Universitas Negeri Jendral Soedirman, depan Univesitas Wijayakusuma Purwokerto, depan IAIN Purwokerto, pertigaan Jl. Dokter Angka, perempatan Dukuh Waluh, perempatan Karang Asem, dan segitiga Pasar Cermai. (12/10)

Dimulai sekitar pukul 12.30 para masa mulai berkumpul di titik-titik yang telah ditentukan. Berbeda dengan aksi sebelumnya kali ini tidak terlalu banyak masa yang ikut turun. Disetiap titik hanya terdapat kurang lebih 50 orang saja. Hal tersebut dikarenakan untuk aksi kali ini hanya fokus untuk penyebaran poster dan  press realese. Serta sebagai bentuk penegasan bahwa masih banyak orang yang menolak UU Cipta Kerja dan mensosialisasikan bahwa UU Cipta Kerja itu merupakan hal yang perlu ditolak bersama masyarakat.

Titik Patung Kuda UNSOED

“Aksi hari ini memang sesuai rencana karena memang saat teklap sengaja direncanakan tidak akan terlalu banyak masa sekitar 30-40 orang saja. Namun tadi juga membludag sampai 60 orang, hal itu dikarenakan kita turun di titik masyarakat yang sibuk, kami tidak mau mengganggu aktivitas dan kesibukan masyarakat. Kita sebenarnya fokusnya prertama untuk bagi poster, pasang mposter, dan membagikan press reales, kita ingin terlihat bahwa masih banyak kok orang yang menolak omnibus law cipta kerja”. Ujar Bowo selaku korlap titik IAIN Purwokerto.

Perempatan Karang Jambu

Untuk masa yang berkumpul di IAIN Purwokerto terdiri dari anggota Dewan Eksekutif Mahasiswa IAIN Purwokerto, Extra kampus PMII, dan FMN Purwokerto. Dari titik kumpul masa berjalan menuju perempatan Karang Jambu. Korlap menjelaskan bahwa Perempatan Karang Jambu dipilih sebagai titik orasi karena mereka mencari ruang yang memang banyak masyarakat banyak yang lalu-lalang sehingga informasi yang ingin sampaikan bisa komunikatif pada masyarakat. “Aksi ini sesuai dengan rencana, teman-teman yang ikut turun juga sangat semangat serta banyak pengendara mobi dan motor mengacungkan jempol yang berarti mereka ikut mengapresiasi pergerakan mahasiswa kali ini”. Jelas Bowo. Bowo juga menjelaskan bahwa masyarakat tidak terlalu merasa terganggu dengan aksi mereka, namun justru menjadi hiburan ditengah kesibukan siang hari.

Aksi selesai sekitar pada pukul 14.30. Dan berdasarkan informasi yang di dapat nantinya akan diadakan aksi lagi untuk mencapai tujuan mereka.


Reporter : Arifa

Dokumentasi : Dayu

Share:

0 comments:

Post a Comment

TERPOPULER