Kancah Pemikiran Konstruktif

Thursday, May 6, 2021

UKM/UKK IAIN Purwokerto Menagih Janji Sema Institut Menindaklanjuti Muskerma 2021

 

Ilustrasi : Pinteres

Purwokerto - UKM/UKK (Unit Kegiatan Mahasiswa / Unit Kegiatan Khusus)  IAIN Purwokerto menagih janji Senat Mahasiswa (SEMA) dengan menyebarkan pamflet berisi berita kehilangan. (5/5)

Pamflet yang merupakan  bentuk unjuk rasa perihal janji SEMA pada saat MUSKERMA (Musyawarah Kerja Mahasiswa) yang dilakukan pada bulan Maret lalu, tepatnya 46 hari yang lalu terhitung dari tanggal berlangsungnya MUSKERMA. Pamflet yang bertajuk ''Berita Kehilangan, Dicari SEMA IAIN Purwokerto", gambaran nyata bahwa mahasiswa IAIN Purwokerto khususnya yang tergabung di UKM/UKK sedang mencari jawaban atas ketidak hadiran SEMA dalam merealisasikan janjinya.  

Seperti yang dijelaskan Faozi yang merupakan Ketua UKM Master, bahwa masalah penyebaran pamflet merupakan penagihan janji atas pernyataan SEMA mengenai dana sebesar sembilan juta rupiah. Janji ini dibuat oleh SEMA ketika acara MUSKERMA, dimana dalam acara tersebut juga dihadiri dan disaksikan oleh UKM maupun UKK. Dalam pernyataannya, SEMA berjanji akan merealisasikan pemangkasan dana sebesar sembilan juta rupiah dari anggarannya yaitu tujuh hari setelah diberlangsungkannya acara MUSKERMA. 

“jadi  ketika di sini temen temen UKM/UKK mencari permasalahan SEMA berarti kan karena memang ada masalah di situ, ada sebuah permasalahan yang harus segera diselesaikan antara UKM/ UKK IAIN Purwokerto dengan SEMA IAIN Purwokerto, pemberian harapan yang pernah diberikan oleh SEMA kepada UKM/UKK yang menjadikan temen-temen UKM/UKK bergerak, bergerak dalam artian mencari SEMA IAIN Purwokerto untuk segera menyelesaikan permasalahan yang ada”, tutur Iqbal mantan ketua UKM Faktapala. 

Penyebaran pamflet kehilangan SEMA IAIN Purwokerto ini mendapat respon dari salah satu pihak SEMA, yaitu Gilang yang merupakan Ketua Umum dari SEMA. Dalam status Whatsappnya, dia membagikan pamflet yang disebar oleh anak-anak UKM/UKK dengan kutipan kata "Bukti demokrasi di kampus kita berjalan. Terimakasih pula telah merasa kehilangan. Dan selamat berbuka puasa kawan semua".

Penyebaran pamflet yang ramai di Whatsapp ini juga mendapat respon dari mahasiswa maupun mahasiswi IAIN Purwokerto yang tidak bergabung dalam UKM/UKK, seperti pengakuan Maulana Arifin kepada salah satu Reporter LPM OBSESI. 

“ aku sangat berterimakasih mengapresiasi usaha dari temen temen karena ide kalian (UKM/UKK) lebih berani daripada aktivis kelompok lain, dan itu sangat perlu diapresiasi dan didukung banyak pihak agar ide-ide kalian itu nggak mati nggak gagal, punya benang merah yang jelas dan saya kira temen temen di UKM/UKK sudah punya itu.” Tutur Maulana Arifin, salah satu mahasiswa IAIN Purwokerto. 

Reporter : Asti & Ryan

Editor : Wardah

Share:

Sunday, May 2, 2021

Aksi MayDay dan Polemik Bagi-Bagi Takjil

 

Foto Dok. OBSESI

Purwokerto - Aliansi Serikat Masyarakat Bergerak Banyumas (SEMARAK BANYUMAS) yang terdiri dari mahasiswa dan Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) menggelar aksi turun jalan di Alun-alun Purwokerto dalam memperingati hari buruh internasional  (1/5)

Pukul 14.00 WIB ratusan massa aksi memadati titik kumpul keberangkatan di gedung PKM Unsoed menuju titik aksi. Dihadiri kurang lebih oleh 360 peserta, akan tetapi tidak ada satupun aliansi buruh Banyumas yang ikut serta dalam aksi tersebut. “Sebenarnya dari kami (SEMARAK BANYUMAS) sudah memberikan surat undangan kepada Aliansi Buruh Banyumas, tapi toh hari ini mereka belum bisa hadir ya mungkin karena ada halangan tertentu” ujar Batis selaku Presiden BEM Universtas Wijaya Kusuma yang juga salah satu peserta aksi.

Sempat terjadi crash antara peserta aksi dengan aparat keamanan, akan tetapi aksi tetap berjalan kondusif. Berawal dari salah satu aparat keamanan dari Polresta Banyumas mengajak masa aksi untuk ikut serta dalam aksi bagi-bagi takjil pasca aksi peringatan hari buruh usai, namun dari aliansi mahasiswa menolak, sebab tidak ada perjanjian sejak awal, dan ajakan dari polresta Banyumas terkesan mendadak.

“Kami sesuai dengan SOP yang sudah disepakatin, kalau mau nyorotin program-program lain yang diluar rundown kita, ya sudah harusnya dari awal, jangan mepet-mepet gini, masa rundown yang kita sepakatin harus kita bongkar lagi?” tutur Wisnu selaku Koordinator Lapangan (KORLAP) aksi.

Disisi lain anggapan Kombes M Firman L Hakim yang merupakan Kapolres Banyumas dalam mengajak mahasiswa untuk mengikuti aksi bagi-bagi takjil adalah supaya peserta aksi tidak dipandang negatif oleh masyarakat pengguna jalan karena telah mengganggu aktivitas lalu lintas.

Menanggapi hal tersebut Wisnu menampik bahwa aksi tersebut bukanlah satu hal yang mengganggu masyarakat, kerena hal tersebut merupakan hak konstitusional yang dimana aksi massa merupakan kebebasan hak yang diberikan oleh negara terhadap warganya, selagi tidak melanggar aturan maupun mengganggu ketertiban umum, aksi yang dilakukan oleh Wisnu dan kawan-kawan tidak dapat dipermasalahkan.

Dalam sesi wawancara lain, Kapolres Banyumas mengeluhkan perihal pemberlakuan prokes (protokol kesehatan) yang tak diindahkan oleh peserta aksi, Wisnu pun menjelaskan bahwa dirinya sudah memberikan tanggung jawab terhadap masing-masing perwakilan organisasi untuk menyiapkan kebutuhan protokol kesehatan, dan Wisnu rasa kawan-kawan aksinya sudah mematuhi prokes yang berlaku, seperti menggunakan masker dan handsanitizer.

Perihal kerumunan aksi, Batis pun ikut menanggapi “Hal tersebut menjadi satu hal yang sering dipolitisasi perihal prokes, padahal banyak momen-momen lain yang bisa mengundang kerumunan, namun tidak dipermasalahkan” ungkapnya, “Jika memang melanggar, mungkin sudah dari awal acara kami dibubarkan” tutupnya.

Walaupun begitu, acara tetap berjalan dengan lancar sesuai rundown yang sudah ada, pada pukul 15.50 WIB Wisnu membacakan surat tuntutannya, yang mana poin-poin tuntutan tersebut adalah, 1) Menolak Omnibus Law dan mendesak pemerintah untuk mencabut UU Cipta Kerja beserta aturan turunannya, 2) Usut tuntas aparat yang melakukan tindak kekerasan terhadap demonstran yang menolak Omnibus Law dan membebaskan para demonstran yang tertangkap, 3) Segera memperbaiki seluruh regulasi mengenai THR dan pengupahan untuk buruh, 4) Berlakukan kembali sistem Pengupahan Minimum Sektoral, 5) Meminta pemerintah untuk mendesak perusahaan dalam mensegerakan pelunasan THR kepada buruh. 

Setelah Wisnu selesai membacakan poin-poin tuntutan tersebut, Wisnu pun menutup aksi SEMARAK Banyumas dan menghimbau para peserta aksi untuk membubarkan diri, dan para peserta aksi pun mulai meninggalkan titik aksi di jam yang sudah disepakati.


Reporter : Fazrul & Faiq

Editor : Wardah

Share:

UKM Master Gelar Acara Harmony Ramadhan

Foto Dok. Aiq OBS

Purwokerto - Bangun kepedulian, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Master IAIN Purwokerto gelar Harmony Ramadhan ditengah pandemi covid-19. Kegiatan dengan tema “Ramadhan Sparkling Music” ini diadakan di Panti Asuhan Al-Husain Purwokerto. Diikuti oleh kurang lebih 25 anak, acara berjalan lancar dan kondusif dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (1/05).

Tujuan diadakannya Harmony Ramdahan yaitu guna menunjukan semangat dibulan ramadhan melalui musik. Berbagai rangkaian acara dilakukan untuk menghibur anak-anak panti, seperti sharing-sharing dan ngobrol santai bersama anak-anak panti, Live musik akustik, dan juga buka bersama. 

"Acara Harmoni Ramadhan yang dibuat untuk memperingati bulan suci ramadhan dan juga sebagai wadah untuk UKM Master melakukan kegiatan bakti sosial kepada kaum duafa". Pungkas Rini.


Foto dok. Aiq OBS

Rini selalu ketua panitia berharap dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa kesadaran dan kepedulian untuk seluruh anggota UKM Master dalam lingkup sosial dan kemanusiaan.


Reporter : Faiq

Editor : Arifa


Share:

TERPOPULER