Kancah Pemikiran Konstruktif

Wednesday, May 26, 2021

Pencak Silat IAIN Purwokerto Turunkan Perwakilannya untuk IPPBMM 2021

Purwokerto_(25/5)Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat IAIN Purwokerto kirimkan perwakilan atletnya untuk ajang Invitasi Pekan Pengembangan Bakat & Minat Mahasiswa (IPPBMM) ke-8.

IPPBMM sendiri merupakan ajang pengembangan bakat dan minat mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang sudah dirintis sejak 16 tahun yang lalu dalam lingkup Jawa-Madura. Tahun 2021, IPPBMM kali ini diadakan secara daring namun lima diantara 30 cabang yang ada dilakukan secara luring. Pencak silat merupakan salah satu cabang yang masuk kategori daring.


Dok. LPM OBSESI

            “Karena ini kita online, jadi kita harus beradaptasi untuk kegiatan tahun ini, karena sebelum-sebelumnya kegiatanya kan offline. Kita juga harus beradaptasi dengan kebiasaan baru ini, make kamera, tempat dan lain sebagainya, terus kita ngulangi take  video dan lain sebagainya. Jadi harus persiapan yang lebih matang lagi juga", ungkap Alfi, selaku official tim.

            Saat diwawancarai reporter LPM Obsesi, Alfi juga menyampaikan, meski daring tetapi mereka sangat serius untuk mempersiapkan ajang ini. Hal ini terbukti dengan mendatangkan pelatih dari luar untuk menunjang kemampuan para atlet perwakilan. Persiapan yang mereka lakukan juga terbilang panjang dan tertata.

“Untuk atlet sendiri ya, yang jelas pertama kita menyiapkan temen-temen dulu dari mulai persipan dan lain sebagainya. Yang pertama pencarian atlet, karena kita kan udah seleksi dan lain sebagainya, setelah itu kita focus latihan selama satu bulan lebih untuk persiapan hari ini, gitu.”

            “Untuk pelatih sendiri, kita memakai pelatih dari luar IAIN Purwokerto. Untuk menunjang agar atlit IAIN Purwokerto sendiri itu bisa menjuarai IPPBMM tahun ini.”


Dok. LPM OBSESI

            Selain persiapan teknis para atlit, Alfi juga mengaku cukup terbantu dengan fasilitas yang diberikan kampus terkait alat, tempat dan dana yang dia bilang cukup. Namun saat ditanyai nominal, Alfi menyampaikan tidak bisa menyebutkannya.

            Ada empat kategori yang diikutsertakan pada cabang pencak silat ini, diantaranya : Ganda Putra dan Putri serta Tunggal Putra & Putri.

Ada pun Rajabena yang mewaliki tunggal putra. Dia mengungkap bahwa meski persiapan yang terkesan mendadak, mereka tetap maksimal berlatih demi membanggakan kampus.

"Dari tunggal putra itu awalnya kita latihan sendiri, pas saat itu masih kaya otodikdak gitulah, yang penting kita hapal terlebih dahulu, kemudian kita mengundang pelatih dan latihan bersama sekitar, yaaa satu bulan setengahan lah untuk memaksimalkan gerakan-gerakan yang lumayan salah."

Rajabena juga mengungkapkan bahwa waktu persiapan yang singkat, serta kesibukan pribadi baik dari atlit dan pelatih menjadi kesulitan tersendiri, terutama saat bulan ramadhan kemarin.  Namun diluar semua itu, baginya ajang ini memberikan banyak keuntungan, meski pun secara euforia baginya kurang.

Sama halnya seperti Rajabena, Atia juga memiliki keluhan yang sama terkait waktu. Dia yang mewaliki ganda putri, mengungkap bahwa singkatnya persiapan dan pemilihan pelatih yang dirasa terlambat menjadi kendala baginya dan pasangan cabangnya.

"Kalau lomba online ini lebih menguntungkan karena kalau ada kesalahan, kita bisa take ulang. Kesannya, lebih semangat dan seneng aja gitu... dapet dukungan dari sana sini, dari temen-temen pembina." Ungkap Atia.

Reporter : Iqbal

Editor : Wardah

Share:

0 comments:

Post a Comment

TERPOPULER