Kancah Pemikiran Konstruktif

Saturday, September 25, 2021

Organisasi Intra Dan Organisasi Ekstra


Mahasiswa merupakan seseorang yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dan diharapkan dapat membawa  perubahan  ke arah yang lebih baik (progress) untuk negeri. Maka dari itu, mahasiswa sering  disebut sebagai agent of change karena estafet kepemerintahan akan diberikan kepada generasi muda yang mampu menjadi pemimpin. Kepemimpinan bisa didapatkan dengan mengikuti  organisasi yang berada di kampus, karena mengikuti organisasi bisa menjadi bekal bagi anggotanya untuk memiliki karakter menjadi seorang pemimpin. Tingkatan terendah dari seorang pemimpin adalah memimpin diri sendiri.

Jadi, apa sih makna  organisasi menurut pendapat aktivis di kampus Universitas Islam Negeri Prof.KH Saifuddin Zuhri? “Organisasi  itu wadah, dan kita itu airnya. Kita nanti akan menyesuaikan wadahnya”- Nia Nur Pratiwi, Anggota Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri Prof.KH Saifuddin Zuhri Komisi A

Organisasi adalah kumpulan suatu orang yang  ingin mencapai suatu tujuan, dan itu di buku leadership juga ada”-Fikri Al-Hakim, Anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Divisi Hikmah

Orgapisasi adalah wadah untuk kita yang ingin melatih publick speaking, menambah pengalaman, menambah wawasan, yang jauh di luar kegiatan akademik”-Ermawati, Anggota Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan (FTIK) Komisi C

Bagi Saya itu organisasi adalah sebuah wadah, diibaratkan organisasi sebuah laboratorium. Di dalam laboratorium itu di dalamnya ada yang namanya percobaan atau uji coban. Semisal kita ingin membuat bahan A atau membuat makanan A, disitu kita kan meramu terus merumuskan; sekiranya makanan ini agar enak apa aja bahannya?. Tentunya di dalam percobaan tersebut ada yang namanya: kegagalan, produk gagal, terus ada produk jadi. Sama halnya seperti itu di organisasi diajarkan seperti halnya yang telah Saya sebutkan. Pasti kita ada yang mengalami  kesalahan, terus kita dapat teguran, dapat masukan, dan dimana masukan tersebut menjadikan kita menjadi mahasiswa yang berkualitas, salah satunya kita belajar banyak hal, belajar dari kesalahan yang nantinya kesalahan tersebut nantinya bisa kita perbaiki ya dari organisasi”-Nailurrobikh, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dan Ilmu Keguruan (FTIK)

Organisasi mahasiswa memiliki dua lingkup yakni, organisasi intra dan organisasi ekstra. Tentunya ada perbedaan dari keduanya, bisa dari: ruang lingkup, budgeting, kegiatan kemahasiswaan, dan kepentingannya.

 Secara bahasa kalau intra  itu kan dari dalam sedangkan ekstra itu dari luar, Kalau kita lihat dari esensi nya itu intra adalah semua organisasi  yang memang dari kampus kalau ekstra itu, berasal dari luar kampus. Lalu apa yang membedakan antara intra dan ekstra itu terkait budgeting dari organisasi intra itu berasal dari kampus; kegiatannya berkaitan dengan birokrat, berkaitan dengan kemahasiswaan, baik secara fakultas maupun di univ. Kemudian secara Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)  juga diatur dalam sidang tertinggi yang diatur dalam kongres yang hanya ada dimiliki di kampus. Kemudian organisasi ekstra adalah organisasi yang secara budgeting di luar budgeting kampus,  kemudian AD/ART nya memiliki AD/ART sendiri-sendiri” Menurut Nia Nur Pratiwi Senat Mahasiswa Universitas Saifuddin Zuhri Purwokerto (UIN SAIZU) Komisi A yang dihubungi pada 21 September 2021, pukul 19.42 WIB

Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) merupakan ajang  organisasi bisa melakukan misi untuk kaderisasi anggota. Maka inilah saatnya untuk menyampaikan doktrin-doktrin yang ada dari masing-masing organisasi. Di mana  mahasiswa baru akan memilih organisasi untuk berproses, eksistensi itu tidak perlu, yang perlu adalah jati diri pribadi berada di organisasi yang tepat. Bukan seberapa banyak massa yang mengikuti organisasi tersebut. Hal ini bukan perihal kuantatitas seberapa banyak massa nya; melainkan kualitas bagaimana anggotanya mampu memahami tujuan organisasi yang diikuti, bukan eksistensi ataupun hanya sekadar cari sensasi.

Menurut Ermawati, Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan ( SEMA FTIK) Komisi C yang dihubungi pada Hari  Selasa, 21 September 2021 pukul 14.13 WIB “Organisasi itu sebuah keharusan. Nanti saat kita akan berpolitik juga perlu organisasi.. Kalau kita terjun ke luar (masyarakat) juga membutuhkan pengalaman

Sedangkan menurut Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan (DEMA FTIK), Nailulrrobikh yang dihubungi pada Hari Minggu,  19 September 2021 pukul 15.17 WIB.

Bagi Saya, organisasi itu merupakan suatu keharusan ya. Karena di dalam organisasi sendiri terdapat beberapa aspek yaitu ada: aspek kepemimpinan, ada management organisasi, ada team building, ada networking, ada relationship juga yang dimana kita dapat mengembangkannya. Organisasi itu sendiri disiapkan untuk menjadi bagian masyarakat yang nantinya memiliki kemampuan yang dapat diterapkan, dikembangkan, dan diupayakan atau dioptimalkan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Jika semisalkan mahasiswa sering berorganisasi, memaksimalkan di wadah tersebut nantinya itu akan menjadikan bekal di lingkungan masyarakat. Terlebih lagi kan di Indonesia sekarang lagi gencar-gencar  nya 2045 itu generasi emas. Tinggal bagaimana nanti dari beberapa remaja tersebut bisa memberikan solusi, dimana dia bisa mengembangkan potensinya, memaksimalkan apa yang dia miliki  yang dia punyai sebagai power dari diri mereka”.

Mengapa seringkali organisasi disekat dengan kata ‘versus” yang bermakna lawan? mengapa tidak diganti dengan kata “dan”? padahal, kata penghubung tersebut mampu mendinginkan seperti situasi panas.  Organisasi intra dan organisasi ekstra seringkali dibenturkan karena masing-masing dari keduanya memiliki kepentingan dan ruang lingkup yang berbeda. Tentunya sebagai manusia memiliki subjektivitas dalam menilai suatu fenomena yang ada, perbedaan itu wajar Negara Indonesia pada akhirnya mencapai kemerdekaan meski memiliki heterogenitas dalam beberapa aspek. Maka, seyogyanya mahasiswa sebagai pribadi intelek mampu melihat sesuatu dengan melek dan pertimbangan objektif. Organisasi intra dan ekstra tentu berbeda, keduanya berjalan pada jalannya masing-masing. Namun, hakikat dari kedua organisasi tersebut sama, yakni; menciptakann kader pemimpin yang nantinya akan memimpin Indonesia menuju Indonesia tangguh dan tumbuh. Salam Mahasiswa! Salam Persma!

 

Penulis: Lilih Pangesturini

 

 

Share:

Thursday, September 16, 2021

Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Raih Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional

           

Dok. LPM OBSESI

           Nia Nur Pratiwi (Program Studi Manajemen Pendidikan Islam) dan Asti Hayatri (Program Studi Tadris Bahasa Inggris) merupakan  Mahasiswi UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri   meraih  juara 2 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah  ( LKTI ) Nasional Pemuda yang diselenggarakan oleh Yayasan Garuda Nusa, Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Perlombaan dilaksanakan pada tanggal 9-12 September 2021.

"Senang, alhamdulillah bisa mewakili UIN Saizu di acara nasional. Semoga nantinya bisa diteruskan oleh adik-adik UIN Saizu tercinta”  ujar Nia selaku peserta lomba LKTI.

           Tema yang di angkat oleh tim karya ilmiah UIN Saifudin Zuhri yaitu pemberdayaan masyarakat dengan judul Beras Analog Mocaf: Pemberdayaan Petani Singkong Berbasis Socioprener Melalui Skema Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 di Desa Pesangkalan, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah”. Tema tersebut diusung karena banyaknya sumber daya alam singkong yang melimpah di Banjarnegara agar bisa diperdayakan oleh masyarakat menjadi beras sebagai substitusi pangan. Keunggulan beras analog mocaf dengan beras pada umumnya, beras analog mocaf lebih rendah gula sehingga cocok untuk orang-orang penderita diabetes yang bisa dijadikan alternatif untuk mengurangi makanan yang manis-manis.

           Tim karya ilmiah UIN Saifuddin Zuhri memulai penelitian pada awal juni sampai akhir juni 2021 dengan menggunakan metode kualitatif, deksriptif analitik secara mendalam. Dalam pengumpulan datanya  melakukan wawancara kepada petani, pengrajin, penggiat muka serta mengumpulkan dokumen-dokumen yang ada dengan tekhnik analisis data  triangulasi.

           Perlombaan lebih banyak diikuti oleh universitas non PTKIN. Namun, 2 universitas PTKIN mampu lolos sampai ke babak final yaitu dari UIN Prof KH Saifuddin Zuhri dan UIN Banten. Berawal dari 20 finalis yang masuk ke babak final, dan selanjutnya diseleksi lagi tersisa menjadi 13 finalis. Untuk juara ada juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2, 3.

            “Pada dasarnya memang penelitian diarahkan untuk diterbitkan ke jurnal entah itu jurnal pemberdayaan, jurnal social atau yang sejenisnya yang bisa disesuaikan dengan tampletnya untuk bisa submit” ujar bapak Wahyu Budi Antoro M. Sos selaku pembimbing karya ilmiah dari UIN Saizu.

           Dari kejuaran ini hendaknya digiatkan terus terkait kepenulisan khusunya untuk mahasiswa dalam bidang kepenulisan dan riset yang berdasarkan tridarma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.


Reporter : Intan Melly

Editor : Istiqomah

Share:

TERPOPULER